Langit di atas Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, tampak cerah pada Senin (13/7/2026) pagi. Namun, cuaca yang bersahabat itu tak mampu membasuh mendung duka yang menggelayut di hati warga. Hari itu, desa tersebut harus melepas delapan orang warganya sekaligus ke peristirahatan terakhir.
Isak tangis pecah saat iring-iringan jenazah diberangkatkan menuju empat titik tempat pemakaman umum yang tersebar di desa tersebut. Puluhan warga berkerumun, bahu-membahu mengantar para korban sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Desa Cempeh, Carkana, mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang merupakan warganya dimakamkan secara serentak pada hari yang sama.
"Betul. Delapan warga kami yang meninggal akibat kecelakaan itu dimakamkan hari ini di empat titik pemakaman di desa kami," ujar Carkana.
Duka ini terasa begitu menyesakkan mengingat daftar panjang nama yang harus tertulis di nisan. Mereka adalah Sawen (40) dan Ayu Wulandari (32) yang mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian. Sementara enam lainnya, yakni Karsinih (60), Sanerah (46), Idah (39), Yunah (49), bocah mungil Atsal Albara (3), serta sang sopir pikap, Warkidi (45), dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.
Tragedi ini bermula pada Minggu (12/7/2026) siang yang nahas. Sebuah mobil pikap bak terbuka yang membawa belasan orang rombongan pengantar pengantin tengah bersiap memutar balik di jalanan. Namun, maut datang begitu cepat. Sebuah truk wing box menghantam bagian belakang pikap dengan keras hingga kendaraan itu terdorong ke jalur berlawanan. Di saat bersamaan, sebuah truk lain melaju dan tabrakan kedua pun tak terhindarkan.
Insiden berdarah di Jalur Pantura, tepatnya di kawasan Lohbener, Indramayu ini secara keseluruhan merenggut 12 nyawa. Selain korban meninggal, enam orang lainnya masih berjuang pulih dari luka-luka di rumah sakit hingga Senin pagi.
Pihak kepolisian memastikan jumlah korban jiwa bertambah setelah beberapa orang yang sempat mendapat perawatan medis akhirnya tak tertolong. Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif, memaparkan data terkini mengenai total korban dari kecelakaan maut tersebut.
"12 orang meninggal, dari total 18 orang, jadi di TKP 3 (meninggal), di RS 7 (meninggal) dan malam tambah 2 orang, jadi total 12 orang," kata Undang via sambungan telepon.
Kini, Desa Cempeh hanya bisa terdiam dalam duka, mengenang para tetangga dan kerabat yang pergi dalam sebuah perjalanan yang seharusnya penuh kebahagiaan.
