Progres 68 Persen, Sekolah Rakyat Cirebon Beroperasi 20 Juli

Devteo Mahardika - detikJabar
Kamis, 18 Jun 2026 22:30 WIB
Ilustrasi (Foto: Screenshot/sekolahrakyat.kemensos.go.id).
Cirebon -

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon terus menunjukkan progres signifikan. Hingga pertengahan Juni 2026, pembangunan fisik sekolah yang menjadi program unggulan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu itu telah mencapai sekitar 68 persen.

Pemerintah menargetkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon sudah dapat dimulai pada 20 Juli 2026 mendatang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi, mengatakan target operasional tersebut merupakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah, Kementerian Sosial, dan pemerintah pusat melalui sejumlah rapat yang telah dilaksanakan sebelumnya.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, progres fisik saat ini sudah mencapai sekitar 68 persen. Targetnya, pada 20 Juli kegiatan belajar mengajar sudah bisa dimulai," ujar Hafidz, Kamis (18/6/2026).

Meski pembangunan terus dikebut, Hafidz menegaskan bahwa seluruh pekerjaan fisik berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU). Pemerintah daerah hanya berperan mendukung pelaksanaan program agar berjalan sesuai target.

Menurutnya, Dinas Sosial belum menerima informasi detail terkait sarana dan prasarana yang masih dalam proses penyelesaian. Seluruh perkembangan pembangunan yang diterima daerah berasal dari laporan Kementerian PU.

"Untuk rincian pembangunan dan fasilitas yang masih belum tersedia, kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut. Data yang kami peroleh sejauh ini berasal dari laporan Kemen-PU," katanya.

Siapkan 270 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu

Di tengah proses pembangunan yang masih berlangsung, persiapan peserta didik juga terus dimatangkan. Dinas Sosial Kabupaten Cirebon memastikan proses penjaringan calon siswa telah dilakukan dan kuota peserta didik untuk tahun ajaran pertama sudah ditetapkan.

Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon akan menampung sebanyak 270 siswa yang terbagi dalam tiga jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas.

Rinciannya, sebanyak 90 siswa akan diterima pada jenjang Sekolah Rakyat Dasar (SRD), 90 siswa pada Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan 90 siswa pada Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).

"Setiap jenjang terdiri dari tiga rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 30 siswa per kelas. Sistem pendidikan yang diterapkan adalah berasrama sehingga seluruh siswa akan tinggal di lingkungan sekolah selama masa pendidikan," jelas Hafidz.

Simak Video "Dirut Waskita Kunjungi Sekolah Rakyat Jatim, Pastikan Tahap Pembangunan Lancar"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork