Komentar Kontroversial Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Tuai Kecaman

Komentar Kontroversial Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Tuai Kecaman

Devteo Mahardika - detikJabar
Selasa, 16 Jun 2026 14:31 WIB
Unggahan komentar dari Nana Kencanawati
Unggahan komentar dari Nana Kencanawati. Foto: Tangkapan layar
Cirebon -

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi Gerindra Nana Kencanawati menjadi sorotan publik setelah komentar yang ditulisnya di media sosial memicu gelombang kritik dari netizen.

Komentar tersebut dianggap tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat publik dan dinilai mengandung unsur penghinaan serta body shaming.

Peristiwa ini bermula saat beredar sebuah video aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa Cirebon di depan Gedung DPRD Kota Cirebon pada Senin (15/6/2026). Dalam aksi tersebut, terdapat seorang ibu yang turut berorasi menyampaikan penolakannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam orasinya, ibu tersebut secara lantang menyatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan program MBG. Video yang beredar luas di media sosial itu kemudian menuai berbagai tanggapan dari warganet, termasuk dari Nana Kencanawati.

ADVERTISEMENT

Namun, komentar yang dituliskan Nana justru memancing kontroversi. Pada kolom komentar unggahan tersebut, ia menulis kalimat yang dinilai merendahkan.

"Lagian siapa yang mau ngasih lo makan????," tulisnya.

Tak berhenti di situ, Nana juga menambahkan kalimat lain yang dianggap sebagai bentuk body shaming.

"Udah GEMBROT!!!," tulisnya di akhir komentar.

Komentar tersebut dengan cepat menyebar dan mendapat respons keras dari masyarakat. Ratusan netizen membanjiri kolom komentar dengan kritik terhadap sikap Nana yang dinilai tidak mencerminkan etika seorang wakil rakyat.

Banyak pihak menilai bahwa pejabat publik seharusnya mampu menjaga tutur kata, terutama saat menanggapi perbedaan pandangan yang muncul di ruang publik. Kritik terhadap komentar tersebut terus bergulir hingga menjadi perbincangan luas di berbagai platform media sosial.

Setelah mendapat sorotan dan kecaman dari publik, Nana Kencanawati akhirnya menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, ia mengakui bahwa komentarnya tidak tepat dan telah menimbulkan ketersinggungan di masyarakat.

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada ibu yang bersangkutan, keluarga, serta seluruh masyarakat atas komentar yang saya tuliskan di media sosial," tulis Nana.

Ia juga menyatakan bahwa komentar tersebut tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan sebagai pejabat publik.

"Komentar tersebut tidak tepat, tidak mencerminkan sikap yang seharusnya saya tunjukkan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta ketersinggungan bagi banyak pihak," lanjutnya.

Dalam klarifikasinya, Nana menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk merendahkan atau menghina siapa pun. Meski demikian, ia menyadari bahwa komentar yang ditulisnya tetap tidak pantas dan menjadi pelajaran berharga agar lebih bijak dalam berkomunikasi di ruang publik.

"Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih bijak, berhati-hati, dan menghormati setiap warga dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial," tulisnya.

Di akhir pernyataannya, Nana kembali menyampaikan permohonan maaf serta mengucapkan terima kasih atas kritik dan masukan yang diberikan masyarakat.

Pasca polemik tersebut, akun media sosial pribadi Nana Kencanawati diketahui telah diubah menjadi privat. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut dari yang Nana Kencanawati terkait polemik yang ramai diperbincangkan tersebut. Jurnalis detikJabar telah berupaya mengonfirmasi langsung, namun belum ada jawaban dari Nana Kencanawati.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads