Mosi Tak Percaya, Mahasiswa Majalengka Sweeping Ruang Kerja DPRD

Mosi Tak Percaya, Mahasiswa Majalengka Sweeping Ruang Kerja DPRD

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Senin, 15 Jun 2026 18:56 WIB
Aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Majalengka.
Aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Majalengka. (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Majalengka -

Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Majalengka pada Senin (15/6/2026), diwarnai kritik keras terhadap sikap para anggota dewan. Mahasiswa menilai wakil rakyat kerap tidak hadir saat masyarakat maupun mahasiswa menyampaikan aspirasi.

Seperti aksi demonstrasi kali ini, anggota DPRD yang hadir terpantau hanya ada 10 orang. Atas hal itu, mahasiswa pun melakukan sweeping ke sejumlah ruangan untuk memastikan kehadiran anggota DPRD.

Ketua BEM Universitas Majalengka Nendi Nurdiansyah menyampaikan, sidak ke sejumlah ruangan anggota DPRD dilakukan sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap lembaga legislatif. Menurutnya, kejadian anggota dewan tidak hadir dalam forum aspirasi bukan kali pertama terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa kali audiensi maupun aksi yang dilakukan aliansi mahasiswa, anggota dewan sering kali tidak menghadiri forum-forum aspirasi kami," kata Nendi kepada detikJabar usai aksi.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan, sidak yang dilakukan mahasiswa semakin menguatkan anggapan bahwa banyak ruang anggota dewan dalam kondisi kosong saat aksi berlangsung.

"Tadi kita sidak ternyata memang betul tidak ada sama sekali. Artinya mereka yang duduk di jabatannya, mereka yang duduk di gedung perwakilan rakyat, tidak aware dan tidak ada rasa kepemilikan terhadap masyarakatnya untuk bagaimana masyarakat ini mengadakan forum aspirasi," ujarnya.

Menurut Nendi, kehadiran anggota DPRD dalam forum penyampaian aspirasi merupakan bentuk tanggung jawab sebagai representasi masyarakat. Ketidakhadiran tersebut dinilai mencederai fungsi wakil rakyat yang seharusnya mendengar dan memperjuangkan suara publik.

Ia berharap DPRD Majalengka dapat lebih responsif terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat maupun mahasiswa sehingga komunikasi antara rakyat dan wakilnya dapat berjalan lebih baik.

Sementara itu, Ketua DPRD Majalengka Didi Supiadi menyambut baik atas kritik dari mahasiswa. Ia juga memastikan pihaknya akan mengevaluasi agar seluruh anggota DPRD bisa hadir ditengah-tengah masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi.

"Insyallah saya akan evaluasi dan akan saya sampaikan ke temen-temen agar nanti kalau ada demo atau masyarakat yang mau menyampaikan aspirasinya harus siap dan menerima dengan baik," ujar Didi.

Wakil Ketua DPRD Majalengka Asep Eka Mulyana menambahkan, anggota DPRD yang tidak hadir hari ini ada kegiatan di luar. Oleh karena itu, Ia meminta mahasiswa untuk memahami kondisi tersebut.

"Pertama memang ada anggota dewan yang memang sedang melaksanakan bimtek. Kemudian kedua juga dari penjadwalan (aksi mahasiswa) karena jadwal awalnya memang akan datang 13.00 WIB, jadi rupanya ada sesuatu hal jadi kawan-kawan mahasiswa itu datang pukul 15.00 WIB lebih, sebagai anggota memang ada kegiatan lain," jelasnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan, di antaranya meminta pemerintah mengurangi pemborosan APBN, mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP, mengatasi kenaikan harga BBM serta melemahnya nilai rupiah, hingga meninjau kembali Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads