Suasana tenang selepas salat subuh di Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, mendadak berubah menjadi kepanikan. Sebuah warung sembako milik Ibu Juniah hangus dilalap api pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 04.50 WIB. Dalam peristiwa tersebut, Edo (70), suami pemilik warung, mengalami luka bakar di bagian paha dan kaki.
Kebakaran bermula saat Edo tengah melakukan aktivitas rutin menyiapkan bensin eceran untuk dijual kembali. Di tengah kondisi warung yang masih minim penerangan, ia menuangkan bensin dari jeriken ke dalam botol-botol penjualan. Karena lampu yang tersedia dinilai kurang terang, Edo memilih menyalakan lilin sebagai sumber cahaya tambahan.
Namun keputusan tersebut berujung petaka. Api dari lilin diduga menyambar bensin yang sedang dituangkan hingga memicu kobaran api yang dengan cepat membesar dan membakar isi warung.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
"Selepas shalat subuh H Edo suaminya menuangkan bensin dari jarigen ke botol, karena lampunya redup sehingga bapak Edo menyalakan lilin. Kemudian api tiba-tiba menyambar bensin sehingga terjadi kebakaran.
Kemudian warga mencoba memadamkan api menggunakan pasir dan air. Karena api semakin membesar dan takut menjalar ke bangunan yang lain akhirnya bapak Bayu melaporkan ke call center UPT Pemadam Kebakaran Kuningan untuk meminta bantuan memadamkan api" tutur Arga, Jumat (5/6/2026).
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan kobaran api secara mandiri menggunakan pasir dan air. Namun karena api terus membesar dan dikhawatirkan merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi, laporan segera disampaikan kepada petugas pemadam kebakaran.
Mendapatkan laporan tersebut, Damkar Kuningan langsung mengerahkan enam personel menuju lokasi kejadian. Setelah berjibaku selama sekitar 25 menit, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api dan melakukan proses pendinginan.
Meski tidak sampai merembet ke bangunan lain, kebakaran mengakibatkan kerusakan cukup parah. Warung berukuran 4 x 6 meter itu ludes terbakar bersama berbagai barang dagangan di dalamnya. Stok sembako, lemari pendingin atau showcase, serta sekitar 15 liter bensin ikut hangus dilalap api.
Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp20 juta.
Selain kerugian materiil, Edo juga mengalami luka bakar pada bagian paha dan kaki. Usai dievakuasi, ia langsung dilarikan ke RS Mitra Husada Ciawigebang untuk mendapatkan penanganan medis.
"Diduga warung terbakar dari lilin yang menyambar ke bensin. Hambatannya Jarak TKP yang jauh sehingga anggota membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai ke lokasi.Kebakaran juga menimbulkan kepanikan dan trauma bagi pemilik bangunan warung dan warga sekitar TKP. Selesai pemadaman pukul 06.45 WIB," tutur Arga.
Baca juga: Mengurai Benang Kusut Sampah di Kota Bandung |
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas menggunakan bahan bakar yang mudah terbakar, terutama ketika berada di dekat sumber api terbuka.
Damkar Kuningan mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai potensi kebakaran yang dapat dipicu oleh penggunaan tungku, gas, instalasi listrik maupun aktivitas pembakaran sampah.
Masyarakat juga diminta rutin memeriksa kondisi selang dan regulator gas, menghindari penggunaan stop kontak bertumpuk, serta menggunakan kabel dan perangkat listrik berstandar SNI guna mencegah terjadinya korsleting listrik.
Apabila terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya, masyarakat dapat segera menghubungi Kantor UPT Damkar Satpol PP Kuningan melalui nomor (0232) 871113 atau 081322698881.
Simak Video "CTARSA Gebrag Korban Kebakaran Kemayoran"
(dir/dir)