Sebuah rumah di Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan hangus terbakar. Insiden ini diduga akibat pemilik rumah lupa mematikan kompor saat memasak lontong untuk Lebaran.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, memaparkan bahwa peristiwa kebakaran tersebut bermula pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 24.00 WIB. Kala itu, anak dari Ibu Sunimah (75), sang pemilik rumah, sedang memasak lontong untuk Lebaran di dapur. Namun, tak lama kemudian, ia malah ketiduran.
Ketika bangun sekitar pukul 01.20 WIB, ia melihat api sudah berkobar di atap rumah ibunya. Lantaran api semakin membesar, ia panik dan langsung membangunkan ibu serta saudaranya yang sedang tertidur. Melihat kobaran api yang kian hebat, tetangga korban segera menghubungi Pemadam Kebakaran Kuningan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar pukul 12 malam anak korban sedang memasak lontong untuk lebaran kemudian ketiduran. Lalu sekitar pukul 01.20 WIB anak korban terbangun dan melihat api sudah besar di atap rumah. Karena panik anak korban membangunkan ibunya dan saudaranya untuk keluar ibunya.Karena api semakin membesar, kemudian ibu nyai yang kebetulan sedang berada dekat lokasi kebakaran menghubungi UPT Pemadam Kebakaran Kuningan untuk meminta bantuan pemadaman," tutur Arga. Minggu (22/3/2026).
Mendapatkan laporan tersebut, Damkar Kuningan langsung mengirimkan 10 anggotanya ke lokasi kejadian. Sesampainya di sana, api masih terus melalap bangunan. Menurut Arga, lokasi rumah yang terpencil, jauh dari jalan raya, serta berada di permukiman padat penduduk sempat membuat petugas kesulitan menjangkau titik api.
Meski begitu, setelah berjibaku selama hampir satu jam, petugas Damkar akhirnya berhasil memadamkan api pada pukul 02.45 WIB. Akibat kejadian tersebut, satu rumah beserta isinya hangus terbakar dengan kerugian materi ditaksir mencapai Rp 128.250.000. Selain itu, pemilik rumah dan warga sekitar lokasi mengalami trauma akibat insiden tersebut.
Setelah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi, diduga kuat kebakaran berasal dari kompor atau tungku yang lupa dimatikan saat memasak lontong untuk Lebaran.
"Setelah melakukan pemadaman dan pendinginan, anggota melakukan pengumpulan bahan keterangan dan menanyakan saksi-saksi di lokasi. Diduga bahwa penyebab kebakaran berasal dari kompor atau tungku yang lupa dimatikan saat memasak lontong untuk lebaran," tutur Arga.
Atas kejadian tersebut, Damkar Kuningan mengimbau agar masyarakat mewaspadai setiap potensi terjadinya kebakaran yang diakibatkan oleh tungku, gas, listrik, pembakaran sampah, maupun bahan mudah terbakar lainnya.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu memeriksa serta membersihkan selang gas dan regulator, serta menghindari penggunaan colokan listrik yang menumpuk. Sebagai antisipasi awal, pemerintah desa atau perusahaan wajib menyediakan proteksi kebakaran di lingkungan permukiman, seperti APAR dan tandon air. Apabila terjadi kebakaran, warga bisa langsung menghubungi Damkar Kuningan di nomor (0232) 871113 atau 081322698881.
Simak Video "CTARSA Gebrag Korban Kebakaran Kemayoran"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
