Seekor anak kukang jawa (Nycticebus javanicus) yang masuk dalam kategori satwa dilindungi ditemukan masuk ke rumah warga di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan pada Rabu (3/6/2026). Mengingat statusnya sebagai hewan yang dilindungi, pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) segera melepaskan kembali satwa tersebut ke habitatnya di kaki Gunung Ciremai.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, memaparkan bahwa masuknya kukang tersebut bermula pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, penghuni rumah bernama Eman (51) melihat seekor kukang di depan kediamannya secara tiba-tiba. Saat ditemukan, kondisi kukang tersebut tampak lemas dan kebingungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didasari rasa iba, Eman bersama tetangganya berupaya menangkap kukang tersebut untuk kemudian dimasukkan ke dalam kandang. Setelah itu, mereka segera menghubungi pihak Damkar guna proses evakuasi lebih lanjut.
"Menurut keterangan pelapor, sekitar pukul 18.30 WIB saat keluar dari rumah, Tiba-tiba melihat seekor Kukang Jawa di depan rumahnya. Karena merasa kasihan, pelapor memberitahukan kejadian ini ke tetangganya yang menggunakannya ke kandang. Kemudian pelapor menghubungi Damkar Kuningan untuk meminta bantuan evakuasi," tutur Arga, Kamis (4/6/2026).
Setelah menerima laporan tersebut, Damkar Kuningan langsung menerjunkan empat personel ke lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, satwa tersebut masih berada di dalam kandang. Kukang tersebut diduga berasal dari area hutan di kaki Gunung Ciremai yang tersesat ke permukiman warga. Dilihat dari ukurannya, satwa tersebut diperkirakan masih berusia sekitar 7 bulan.
Arga memaparkan, pihak Damkar sendiri memutuskan untuk segera melepaskan kembali kukang tersebut ke habitat aslinya di hutan Gunung Ciremai. Keputusan ini diambil mengingat keterbatasan fasilitas kandang yang memadai serta status kukang sebagai satwa yang dilindungi yang terancam punah.
"Kami berasumsi Kukang berasal tidak akan jauh dari habitatnya yaitu hutan sekitar Cipari. Oleh anggota, tadi malam dilepas di hutan sekitar kaki gunung Ciremai. Kalau dilihat memang diperkirakan masih anak-anak sekitar 7 bulanan," pungkas Arga.
(orb/orb)
