Warga Desa Mekarwangi, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, dibuat geger dengan kemunculan seekor ular king kobra berukuran besar di area permukiman. Reptil berbisa dengan panjang mencapai 3,5 meter dan berat sekitar 10 kilogram itu ditemukan berada di dekat rumah warga dan sempat menyulitkan proses evakuasi karena bersembunyi di dalam saluran air.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (31/5/2026) pagi. Awalnya, seorang warga bernama Nunung (47) sedang membersihkan rumput di belakang rumahnya sekitar pukul 09.10 WIB. Saat beraktivitas, ia tiba-tiba melihat seekor ular berukuran besar yang tampak sedang berjemur di sekitar lokasi.
Menyadari keberadaan ular yang berpotensi membahayakan keselamatan warga, Nunung segera memberitahukan temuannya kepada warga sekitar. Sejumlah warga kemudian berupaya mengusir ular tersebut. Namun bukannya menjauh, ular king kobra itu justru masuk ke dalam gorong-gorong atau saluran air yang berada di kawasan permukiman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena tidak ada warga yang berani melakukan penangkapan, seorang warga lainnya bernama Citra (19) kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
"Awalnya Nunung sedang membersihkan rumput di belakang rumahnya lalu tanpa sengaja melihat ular yang cukup besar seperti yang sedang berjemur. Kemudian Nunung langsung memberitahukan kepada warga sekitar untuk mengusir ular tersebut lalu ular tersebut masuk ke dalam saluran air. Karena tidak ada yang berani lalu Citra melaporkan kejadian tersebut ke kantor UPT Pemadam kebakaran Kuningan untuk meminta bantuan evakuasi ular king kobra tersebut," tutur Arga.
Mendapat laporan dari warga, Damkar Kuningan langsung menerjunkan tiga personel ke lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, petugas mendapati ular masih berada di dalam saluran air yang sempit.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi. Selain ruang gerak yang terbatas, ular king kobra dikenal memiliki bisa mematikan serta sifat yang agresif ketika merasa terancam.
Petugas akhirnya harus masuk langsung ke dalam saluran air untuk melakukan penangkapan. Setelah berupaya selama kurang lebih 15 menit, ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.
Berdasarkan hasil pengukuran, ular tersebut memiliki panjang sekitar 3,5 meter dengan berat mencapai 10 kilogram. Petugas menduga ular berasal dari area perkebunan yang berada tidak jauh dari permukiman warga.
"Hambatannya karena ular yang berbisa tinggi dan ular masuk ke dalam gorong-gorong saluran air sehingga menyulitkan anggota damkar untuk mengevakuasi. Diduga ular berasal dari kebun yang tidak jauh dari pemukiman warga. Ularnya berukuran sekitar 3,5 Meter dan berat 10 kilogram. Selesai evakuasi sekitar pukul 10.15 WIB," tutur Arga.
Pasca kejadian tersebut, Damkar Kuningan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan satwa liar, terutama saat musim tertentu dan ketika habitat alami mereka terganggu.
Warga juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, menutup lubang atau celah yang berpotensi menjadi akses masuk ular ke rumah, serta menggunakan bahan beraroma menyengat seperti kapur barus yang tidak disukai ular.
Selain itu, masyarakat yang membutuhkan bantuan penanganan keadaan darurat, termasuk evakuasi hewan liar, dapat menghubungi UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan melalui nomor telepon (0232) 871113 atau 081322698881.
(dir/dir)
