Dicky (34) tak menyangka langkahnya sepulang dari warung hampir berujung petaka, Kamis (28/5/2026) pagi. Warga Dusun Cikohkol, Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis itu nyaris dipatuk seekor ular kobra Jawa saat melintas di area pos ronda kampungnya.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.15 WIB itu sontak membuat Dicky panik. Ular berbisa dengan panjang sekitar 1,5 meter tersebut tiba-tiba muncul di belakang pos ronda dan hampir mengenai dirinya.
Baca juga: Heboh Ular Masuk Mess SPPG di Kuningan |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena khawatir membahayakan warga sekitar, Dicky segera meminta bantuan petugas Pos WMK Damkar Banjarsari untuk melakukan evakuasi.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, petugas langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi dari warga.
"Petugas menerima laporan dari warga yang melihat ular kobra Jawa di belakang pos ronda. Karena jenis ular ini berbisa dan cukup berbahaya, anggota langsung melakukan penanganan di lokasi," ujarnya kepada detikJabar.
Tim Damkar yang terdiri dari Uju, Gilang dan Icep kemudian melakukan evakuasi dengan hati-hati. Proses penanganan berlangsung sekitar 15 menit hingga akhirnya ular berhasil diamankan pada pukul 09.30 WIB.
"Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar dan tidak ada korban dalam kejadian ini. Ular berhasil diamankan," kata Budi.
Ia menjelaskan, kemunculan ular di area permukiman warga bisa dipicu berbagai faktor, salah satunya perubahan habitat dan kondisi lingkungan yang lembap.
"Biasanya ular mencari tempat yang lembap, dekat sumber air, atau area yang banyak semak dan tumpukan barang. Karena itu masyarakat perlu lebih waspada," jelasnya.
Menurut Budi, ular kobra Jawa termasuk satwa liar yang berbahaya karena memiliki bisa mematikan. Karena itu warga diminta tidak nekat menangkap sendiri saat menemukan ular di lingkungan rumah maupun fasilitas umum.
"Kalau menemukan ular atau hewan liar lainnya, segera hubungi petugas Damkar. Jangan mencoba menangkap sendiri karena risikonya cukup tinggi. Kami siap membantu kapan saja dan layanan ini gratis," pungkasnya.
(dir/dir)
