Keheningan dini hari di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, mendadak berubah menjadi kepanikan bagi seorang warga bernama Wawan Ahwan (41). Niat sederhana untuk mengecek dapur rumah sebelum beristirahat justru membawanya pada pertemuan tak terduga dengan seekor ular sanca.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Saat memasuki area dapur, Wawan mendapati seekor anak ular sanca sepanjang sekitar satu meter tengah memangsa seekor tikus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum sempat berbuat banyak, ular tersebut langsung bergerak cepat dan bersembunyi di bawah mesin cuci setelah menyadari keberadaan manusia di sekitarnya. Situasi itu membuat Wawan khawatir keselamatan keluarganya terancam.
Tanpa berpikir panjang, ia segera menghubungi UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuningan untuk meminta bantuan evakuasi. Lima personel Damkar pun diterjunkan menuju lokasi.
Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan laporan dari pemilik rumah.
"Menurut keterangan pemilik rumah, Wawan Ahwan bahwa sekitar pukul 00.30 WIB ia melihat ada seekor anak ular Sanca dengan panjang 1 meter di dapur dan masuk ke bawah mesin cuci. Karena merasa takut pelapor langsung menghubungi call center kantor UPT Pemadam Kebakaran Kuningan meminta bantuan untuk mengevakuasi ular tersebut," tutur Arga, Kamis (28/5/2026).
Saat petugas tiba di lokasi, ular tersebut masih berada di bawah mesin cuci. Namun kondisinya terlihat tidak terlalu agresif dan cenderung lemas. Diduga ular itu baru saja kenyang setelah memangsa tikus sehingga gerakannya melambat dan memudahkan proses evakuasi.
Petugas pun berhasil mengevakuasi reptil tersebut tanpa kendala berarti.
Menurut Arga, kemunculan ular di lingkungan permukiman warga diduga dipicu terganggunya habitat alami mereka. Di sekitar lokasi diketahui terdapat lahan kosong yang kini sedang dibangun menjadi kawasan perumahan.
"Menurut keterangan yang punya rumah, ular masuk lewat halaman. Karena ada pembangunan perumahan di lahan kosong yang dekat wilayah tersebut, jadi warga sekitar sering melihat kedatangan ular yang rupanya keusik tempat habitatnya. Tidak ada hambatan karena ular lemas untuk bergerak karena diduga kenyang sesudah makan tikus," tutur Arga.
Pasca kejadian itu, Damkar Kuningan mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan agar tidak mengundang tikus maupun hewan liar lainnya datang ke rumah. Warga juga diminta menutup celah atau lubang yang berpotensi menjadi akses masuk ular, serta menggunakan aroma menyengat seperti kapur barus yang tidak disukai reptil tersebut.
Untuk kondisi darurat, baik kebakaran maupun penyelamatan hewan liar, masyarakat dapat menghubungi layanan Call Center UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan di nomor (0232) 871113 atau 081322698881.
(dir/dir)
