Tidak ada yang menyangka, hilangnya Giri pada Kamis siang ternyata berujung pada peristiwa yang membuat geger pegawai Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga sekaligus petugas kebersihan kantor kecamatan itu ditemukan dalam kondisi lemas di dasar sumur tua dengan kedalaman sekitar 10 meter, Jumat (29/5/2026).
Selama hampir semalaman, Giri bertahan seorang diri di dasar sumur kering yang berada di belakang Kantor Kecamatan Greged. Pagi itu, suasana kantor kecamatan mendadak berubah panik. Rekan-rekan kerja mulai merasa ada yang janggal ketika ponsel milik Giri masih tertinggal di kantor, sementara pria yang dikenal rajin dan pendiam itu tidak terlihat sejak sehari sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencarian pun dilakukan. Beberapa pegawai mencoba mencari ke sejumlah ruangan kantor, menyusuri halaman belakang, hingga mendatangi rumah korban. Namun hasilnya nihil.
"Awalnya pegawai curiga karena handphone korban masih ada di kantor. Setelah dicari ke rumah ternyata tidak ada. Akhirnya dilakukan pencarian di sekitar kantor kecamatan," ujar Kepala Bidang Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Eno Sujana.
Harapan menemukan Giri perlahan menipis hingga akhirnya salah seorang pegawai mendengar suara lirih meminta tolong dari arah belakang kantor. Setelah didekati, suara itu ternyata berasal dari dalam sumur tua yang sudah lama tidak digunakan.
Di dasar sumur itulah Giri ditemukan. Tubuhnya lemah, namun masih sadar. Ia bertahan di ruang sempit dan gelap selama berjam-jam tanpa bantuan. Kepada petugas, Giri menceritakan awal mula kejadian nahas yang dialaminya. Pada Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB, ia berniat mengambil ember yang jatuh ke dalam sumur menggunakan batang bambu. Namun saat berada di sekitar bibir sumur, kakinya diduga tersandung semak-semak hingga tubuhnya kehilangan keseimbangan dan terperosok ke dalam sumur.
Beruntung, sumur tersebut sudah mengering sehingga tidak berisi air. Meski demikian, kedalaman sumur mencapai sekitar 10 meter dengan kondisi gelap dan sempit.
Selama semalaman, Giri hanya bisa menunggu pertolongan datang. Laporan kejadian kemudian diterima Damkar Sektor Greged pada Jumat pukul 09.30 WIB dari anggota Satpol PP Kecamatan Greged bernama Maman. Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi dan tiba hanya dalam hitungan menit.
Eno mengatakan, di lokasi, tim penyelamat segera menyiapkan proses evakuasi. Dengan menggunakan selang berukuran 1,5 inci yang dililitkan ke tubuh korban serta bantuan tangga, petugas perlahan mengangkat tubuh Giri dari dasar sumur.
"Suasana menegangkan sempat menyelimuti proses penyelamatan. Pegawai kecamatan dan warga sekitar tampak berkumpul menyaksikan upaya evakuasi tersebut," terangnya.
Sekitar pukul 10.06 WIB, Giri akhirnya berhasil diangkat ke permukaan dalam kondisi selamat. Tepuk tangan dan rasa lega langsung pecah di lokasi kejadian ketika korban berhasil dievakuasi.
Korban mengalami sejumlah luka akibat terjatuh, namun kondisinya sadar dan langsung mendapatkan penanganan lebih lanjut. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa sumur tua maupun area tidak terpakai masih menyimpan potensi bahaya serius jika tidak diamankan dengan baik.
"Kami Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan memastikan sumur tidak terpakai ditutup rapat guna mencegah kejadian serupa kembali terulang," pungkasnya.
(iqk/iqk)
