Milangkala Tatar Sunda akan digelar di Kota Cirebon besok, Minggu (10/5/2026) malam. Satlantas Polres Cirebon Kota menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus di sejumlah ruas jalan yang dilintasi kirab budaya tersebut.
Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP Hadi Suryanto mengatakan rute kirab akan dimulai dari Gedung BAT, lalu melintasi Jalan Pasuketan, Jalan Pekiringan, Jalan Petratean, Jalan Pulasaren, Jalan Ariodinoto hingga finish di Alun-alun Sangkala Buana Kasepuhan.
"Besok ada pelaksanaan Milangkala Tatar Sunda di Kota Cirebon. Jadi untuk titik-titik yang akan dilintasi itu mulai dari BAT, lanjut Jalan Pasuketan, Jalan Pekiringan, Jalan Petratean, Jalan Pulasaren, Jalan Ariodinoto, sampai akhirnya finish nanti di Alun-Alun Sangkala Buana Kasepuhan," kata Hadi, Sabtu (9/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi mengimbau masyarakat menyesuaikan perjalanan karena sejumlah ruas jalan akan disterilisasi selama kegiatan berlangsung. Satlantas juga menyiapkan jalur alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Hadi menjelaskan, untuk pengendara dari simpang Karanggetas-Pekiringan diarahkan melalui Jalan Pandesan, Jalan Kebon Cai dan Jalan Pekalipan. Sementara dari arah Jalan Bahagia dapat melalui Jalan Kolektoran dan Jalan Kenduruan.
Kemudian, kata Hadi, kendaraan dari kawasan Pasuketan-BAT dapat melintas lewat Jalan Benteng dan Jalan Kenduruan. Dari simpang Petratean diarahkan melalui Jalan Pekalipan dan Jalan Kutagara.
"Pengendara dari Jalan Ariodinoto bisa lewat Jalan Pekawatan, dari Jalan Merdeka bisa melalui Jalan Talang, dari Jalan Lemahwungkuk bisa melalui Jalan Pekawatan, dan untuk yang dari Jalan Pegajahan bisa melalui Jalan Pekawatan," kata dia.
Polisi juga akan melakukan sterilisasi jalur mulai pukul 16.00 WIB. Penutupan dilakukan lebih awal karena acara diperkirakan dimulai sekitar pukul 18.00 WIB atau setelah waktu magrib.
"Jadi mulai jam 16.00 untuk lokasi start dan finish dan juga yang akan dilintasi tadi akan mulai disterilisasi," ujarnya.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kirab budaya, polisi telah menyiapkan sejumlah kantong parkir. Untuk area start, terang Hadi, lokasi parkir berada di depan pintu masuk Pelabuhan Cirebon, kawasan Cirebon Waterland atau Ade Irma, Jalan Kantor depan Bank Mandiri dan Jalan Bahagia.
"Sementara untuk lokasi finish, area parkir disediakan di kawasan Lemahwungkuk dan Aryodinoto," terang Hadi.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo mengatakan pemerintah daerah bersama Pemprov Jawa Barat telah melakukan koordinasi dan peninjauan lapangan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan acara.
Ia menyebut kawasan depan Gedung BAT dipilih sebagai titik awal kirab budaya. Pemkot juga melakukan penataan di sepanjang jalur kirab.
"Beberapa coretan vandalisme nanti akan kita tertibkan. Ada juga beberapa titik jalan berlubang yang akan ditangani," ujar Edo.
Selain itu, penataan pedagang kaki lima dan spanduk di sepanjang jalur kirab juga akan dilakukan untuk menjaga estetika kawasan.
"Ada beberapa ruas jalan yang PKL-nya akan ditertibkan sementara untuk satu malam saja. Spanduk dan banner yang sudah tidak layak juga akan kita rapikan agar kawasan terlihat lebih bersih dan tertata," tambahnya.
Ketua Panitia Milangkala Tatar Sunda, Dedi Supandi mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga diharapkan mendorong penataan kawasan Kota Tua di Kota Cirebon.
"Kegiatan ini bukan hanya kirab budaya, tetapi ada keterikatan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota. Apa yang belum maksimal dilakukan daerah, nantinya bisa didukung oleh Provinsi. Kami berharap pasca kegiatan ini akan ada beberapa revitalisasi di Kota Cirebon, termasuk kawasan Kota Tua," ujarnya.
Kirab budaya akan melibatkan penampilan seni dan budaya dari kabupaten/kota di Jawa Barat. Rangkaian kirab akan diisi iring-iringan budaya.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak kembali mengingat nilai-nilai persatuan, budaya, dan semangat membangun daerah bersama-sama.
"Kita ingin mengingat kembali sejarah Tatar Sunda yang kaya budaya dan memiliki kejayaan besar. Semangatnya adalah bagaimana kita bersama-sama menata negara, menata provinsi, menata kabupaten dan kota untuk kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
