Ngarak Posong Cianjur Hadir dalam Kirab Milangkala Tatar Sunda

Ngarak Posong Cianjur Hadir dalam Kirab Milangkala Tatar Sunda

Ikbal Selamet - detikJabar
Rabu, 06 Mei 2026 21:15 WIB
Ngarak Posong Cianjur di kirab budaya Milangkala Tatar Sunda.
Ngarak Posong Cianjur di kirab budaya Milangkala Tatar Sunda. (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Kabupaten Cianjur turut menampilkan salah satu kebudayaan lokal dalam hari kelima kirab budaya Milangkala Tatar Sunda bertajuk 'Ajeg Dangiang Cianjur' Rabu (6/5/2026).

Kebudayaan lokal yang dipertunjukkan dalam pawai budaya tersebut ialah ngarak posong. Bahkan, ngarak posong menjadi rangkaian pertama yang ditampilkan dari banyaknya kebudayaan lain di Jawa Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penampilannya, belasan gadis membawa posong atau alat untuk menangkap belut di lahan persawahan. Tampak juga di belakangnya terdapat mobil hias dengan boneka belut raksasa sebagai penghiasnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cianjur Heri Kurniawan mengatakan ngarak posong merupakan salah satu dari banyaknya budaya di Cianjur.

ADVERTISEMENT

Kebudayaan ini berasal dari Kecamatan Cibeber yang terinspirasi dari aktivitas masyarakat di wilayah tersebut yang kerap menangkap belut di tengah panen raya.

"Ngarak posong berasal dari Kecamatan Cibeber, terinspirasi dari Cibeber sebagai sentra kuliner belut dan posong sebagai alat penangkap belut yang ramah lingkungan. Biasanya momen menangkap belut dilaksanakan setelah panen raya," kata Heri, Rabu (6/5/2026).

Menurut dia, budaya ngarak posong merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. "Sebagai bentuk rasa syukur, panen melimpah serta ditambah dengan tangkapan belut sebagai lauk, maka kebiasaan ini menjadi kebudayaan," jelasnya.

Dia menambahkan, ngarak posong tidak hanya ditampilkan dalam Kirab Budaya di Cianjur, tapi juga di lokasi lain di Jawa Barat.

"Melalui kirab budaya Milangkala Tatar Sunda, kita bisa mengenalkan keanekaragaman budaya di Cianjur. Jadi tidak hanya memberikan hiburan pada warga, tetapi juga pengenalan serta pelestarian budaya," tuturnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads