Pemancing yang Terpeleset di Sungai Cisanggarung Ditemukan Tewas

Pemancing yang Terpeleset di Sungai Cisanggarung Ditemukan Tewas

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Kamis, 30 Apr 2026 11:06 WIB
Ilustrasi mayat tenggelam
Ilustrasi mayat di sungai. (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Kuningan -

Melis Gojali (28), pemancing yang dilaporkan terpeleset di Sungai Cisanggarung, Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, ditemukan meninggal dunia. Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, hingga Damkar berhasil mengevakuasi jasad korban.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu menyebutkan korban ditemukan setelah pencarian intensif sejak Rabu malam. Sempat terhenti karena faktor cuaca dan gelap, pencarian dilanjutkan Kamis pukul 08.00 WIB. Hanya berselang 20 menit, tim menemukan jasad korban di titik awal ia terpeleset.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban diduga tenggelam dan tersangkut di akar pepohonan pada kedalaman sekitar empat meter. Usai dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemulasaraan dan pemakaman.

"Ditemukan sudah meninggal sekitar lokasi tenggelam di Sungai Cisanggarung Blok Ketapang sekitar pukul 08.20 WIB. Korban ditemukan oleh Tim Gabungan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, pihak Kecamatan dan Desa, " tutur Indra, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

Peristiwa memilukan ini bermula saat korban mencari ikan bersama empat rekannya pada Rabu malam (29/4/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Kondisi jalan yang licin membuat korban terpeleset dan jatuh ke aliran sungai yang deras hingga akhirnya tersangkut di dasar sungai.

"Pada Rabu, 29 April 2026, Korban Melis Gozali 28 tahun dengan 4 orang temannya sedang mencari ikan atau mancing di Cisanggarung. Ketika akan menyebrang sungai korban terbawa hanyut dan diduga menyangkut akar dalam sungai dengan kedalaman kurang lebih 4 meter," tutur Indra.

Atas kejadian ini, BPBD Kuningan mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai. Aktivitas di sungai dinilai memiliki risiko tinggi karena kondisi arus dan dasar sungai yang sulit diprediksi. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads