Terpeleset, Melis Gojali Hilang di Sungai Cisanggarung

Terpeleset, Melis Gojali Hilang di Sungai Cisanggarung

Dada - detikJabar
Kamis, 30 Apr 2026 09:16 WIB
Proses pencarian pemancing yang hanyut di sungai Cisanggarung Kuningan
Proses pencarian pemancing yang hanyut di sungai Cisanggarung Kuningan (Foto: Istimewa)
Kuningan -

Seorang pemancing bernama Melis Gojali (28) dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Cisanggarung, Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. Insiden tersebut terjadi saat korban tengah beraktivitas di sungai pada Rabu malam, 29 April 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.

Kepala Desa Galaherang, Tata Subrata, menjelaskan bahwa peristiwa nahas tersebut bermula ketika korban bersama rekan-rekannya mendatangi Sungai Cisanggarung untuk mencari ikan. Namun, saat aktivitas berlangsung, korban diduga terpeleset dan seketika tenggelam akibat derasnya arus sungai.

"Emang kalau di situ biasa jadi tempat untuk mencari ikan malam-malam. Berangkat sekitar setengah tujuh. Tapi saat mencari ikan, korban Melis Gojali kemungkinan terpeleset terus tenggelam kemudian terbawa arus. Itu laporan hilangnya sekitar pukul 19.00 WIB," tutur Tata, Kamis (30/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun upaya pencarian telah dilakukan sejak malam kejadian, hingga saat ini keberadaan korban masih belum membuahkan hasil.

"Sekarang belum ketemu. Masih tahap pencarian," tutur Tata.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, Indra Bayu, mengonfirmasi adanya insiden pemancing yang tenggelam di Sungai Cisanggarung tersebut. Berdasarkan laporan awal, korban diduga terjatuh saat hendak menyeberangi sungai.

"Pada Rabu, 29 April 2026, Korban Melis Gozali 28 tahun dengan 4 orang temannya sedang mencari ikan atau mancing di Cisanggarung. Ketika akan menyebrang sungai korban terbawa hanyut dan diduga menyangkut akar dalam sungai dengan kedalaman kurang lebih 4 meter," tutur Indra.

Meski sudah dilakukan pencarian sejak malam hari. Namun, karena kondisi yang gelap serta arus sungai yang deras. Korban masih belum ditemukan. Hingga berita sekarang, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, aparat desa, pihak kecamatan, TNI, Polri, Damkar Kabupaten Kuningan, serta masyarakat setempat masih terus melakukan penyisiran di lokasi kejadian.

"Korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian lanjutan mulai dilakukan tadi Kamis Pagi sekitar pukul 08.00 WIB," pungkas Indra.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads