6 Desa Wisata Cirebon Masuk Kategori Unggulan Nasional

6 Desa Wisata Cirebon Masuk Kategori Unggulan Nasional

Devteo Mahardika - detikJabar
Rabu, 29 Apr 2026 23:02 WIB
Objek wisata Cikuya di Belawa, Lemahabang. Cirebon
Objek wisata Cikuya di Belawa, Lemahabang. Cirebon (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon mencatat 90 desa telah terdaftar sebagai desa wisata. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 desa dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, namun hanya enam desa yang saat ini masuk kategori unggulan sesuai standar nasional.

Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon Dadan Subandi mengatakan bahwa penetapan desa wisata unggulan mengacu pada kriteria dari Kementerian Pariwisata melalui program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada sejumlah indikator yang harus dipenuhi desa wisata untuk bisa bersaing di tingkat nasional, terutama terkait potensi dan kesiapan desa dalam menerapkan standar pariwisata," ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Menurut Dadan, penilaian tersebut mencakup aspek CHSE, yakni Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), serta Environmental Sustainability (kelestarian lingkungan). Standar ini menjadi kunci agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan, enam desa wisata di Kabupaten Cirebon dinilai paling memenuhi kriteria tersebut. Keenamnya yakni Desa Gegesik Kulon, Cikalahang, Belawa, Mundupesisir, Talun, dan Pengarengan.

Desa Gegesik Kulon disebut sebagai salah satu yang paling menonjol, terutama di sektor seni budaya. Desa ini dikenal dengan kekayaan tradisi seperti tari topeng, sintren, hingga pertunjukan wayang kulit, serta pernah meraih penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sementara itu, Desa Cikalahang menawarkan wisata alam ramah keluarga dengan fasilitas seperti area pemancingan, gazebo, dan sentra kuliner. Desa Belawa memiliki keunikan tersendiri melalui wisata konservasi kura-kura yang dikelola dengan standar operasional ketat demi menjaga kelestarian satwa.

"Di Belawa, pengunjung tidak diperbolehkan berinteraksi bebas dengan kura-kura. Ini penting agar satwa tidak stres. Ke depan, kawasan ini akan dikembangkan sebagai pusat konservasi," jelas Dadan.

Adapun Desa Mundupesisir dan Pengarengan mengandalkan potensi ekowisata mangrove, sedangkan Desa Talun dikenal dengan wisata kulinernya yang terus berkembang.

Dadan menambahkan, pada tahun ini pihaknya akan mendorong sejumlah desa wisata untuk mengikuti ajang nasional yang kemungkinan berganti nama menjadi Wonderful Indonesia Award (WIA), sebagai bentuk rebranding dari ADWI.

Untuk dapat mengikuti program tersebut, desa harus melalui proses pengajuan dan evaluasi oleh Kementerian Pariwisata, termasuk audit terhadap kesiapan destinasi.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon Fajar Sutrisno menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh desa wisata. Evaluasi ini bertujuan untuk mengelompokkan desa berdasarkan tingkat perkembangan, mulai dari yang berkembang, stagnan, hingga yang memiliki potensi unggulan. "Dari hasil evaluasi nanti, akan ditentukan desa-desa mana yang menjadi prioritas pengembangan agar lebih fokus dan optimal," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar desa wisata dapat mempertahankan statusnya sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

Menurut Fajar, pengembangan desa wisata tidak bisa dilakukan oleh Disbudpar saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari dukungan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, hingga promosi yang terintegrasi.

"Semua pihak harus terlibat. Dengan kolaborasi yang kuat, desa wisata di Kabupaten Cirebon bisa menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara," pungkasnya.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads