Keheningan malam di Kelurahan Cigintung, Kecamatan Kuningan, mendadak pecah oleh suara gaduh dari arah kandang ternak. Seekor ular sanca dengan panjang 4 meter menyelinap masuk ke permukiman, mengincar mangsa di tengah kegelapan dini hari.
Peristiwa yang menggegerkan warga ini bermula pada Minggu (26/5/2026) sekitar pukul 00.21 WIB. Kala itu, Ardiyanto (45), sang pemilik ternak, awalnya mengira ada pencuri atau hewan pengganggu biasa saat mendengar suara berisik dari kandang bebek miliknya. Namun, saat lampu senter disorotkan, pemandangan mengerikan tersaji di depan mata: seekor sanca besar sedang melilit dan memangsa salah satu bebeknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sadar bahwa predator tersebut bisa mengancam keselamatan keluarganya dan warga sekitar, Ardiyanto tak berani bertindak sendiri. Ia segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mengevakuasi tamu tak diundang tersebut.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, menjelaskan kronologi awal saat petugas tiba di lokasi. Ular tersebut rupanya berusaha bersembunyi setelah menyadari kehadiran manusia.
"Awal melihat ular sanca tersebut sedang memangsa salah satu unggas bebek miliknya yang keluar melalui kandang ternak. Lalu ular sanca tersebut bersembunyi di tumpukan material batu di samping kandang ternak. Dikhawatirkan membahayakan akhirnya langsung melaporkannya ke call centre damkar Kabupaten Kuningan," tutur Arga, Minggu (26/4/2026).
Merespons laporan darurat tersebut, Damkar Kuningan menerjunkan empat personel tangguh ke lokasi. Proses evakuasi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Sang sanca yang merasa terpojok menunjukkan sifat agresifnya di sela-sela tumpukan material batu yang sempit.
Ketegangan sempat mewarnai proses evakuasi. Petugas harus ekstra waspada menghindari serangan mendadak dari ular yang memiliki kekuatan lilitan mematikan tersebut. Ruang gerak yang terbatas di antara bongkahan batu menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
Setelah berjibaku selama 20 menit dengan penuh kehati-hatian, ular sanca tersebut akhirnya berhasil ditundukkan. Ular jenis sanca batik tersebut diduga kuat berasal dari area perkebunan bambu yang rimbun di sekitar permukiman warga.
"Hambatannya ular masuk ke sela-sela batu dan berperilaku agresif sehingga anggota harus membuka bongkahan batu dengan hati-hati. Ularnya jenis sanca (malayopython reticulatus) dengan panjang kurang lebih 4 meter. Diperkirakan asalnya dari perkebunan bambu yang tidak jauh dari kandang," tutur Arga.
Pasca-kejadian ini, Damkar Kuningan mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi masuknya hewan liar ke area hunian. Kebersihan lingkungan menjadi kunci utama untuk memutus rantai kedatangan predator.
Warga diminta untuk menutup rapat segala celah atau lubang yang berpotensi menjadi pintu masuk ular. Selain itu, penggunaan wewangian yang menyengat di area rumah sangat disarankan, mengingat ular sangat tidak menyukai aroma-aroma tajam yang dapat mengganggu indra penciumannya.
(orb/orb)
