Penantian panjang calon jemaah haji asal Cimahi akhirnya tuntas. Tinggal hitungan jam, mereka akan meninggalkan tanah air lalu menginjakkan kaki di tanah suci untuk menjalankan ibadah haji.
Calon jemaah haji yang didominasi orang-orang dewasa dan lanjut usia, duduk dengan tenang di dalam Gedung S. Parman, Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom), Jalan H.M.S. Mintaredja, Baros, Kota Cimahi, Minggu (26/4/2026).
Sementara di luar gedung, keluarga yang ikut mengantar menunggu dengan setia. Ketika tiba waktu pemberangkatan, isak tangis tak mampu lagi dibendung. Pelukan menandai kepergian para calon jemaah haji menuju embarkasi Kertajati, sebab mereka akan bertolak ke Arab Saudi dari BIJB Kertajati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antara ratusan calon jemaah haji yang sudah sepuh, terselip beberapa wajah muda yang mencuri perhatian. Salah satunya Alifiya Nur Syabani, wanita 20 tahun asal Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
Mahasiswi semester 4 di salah satu kampus di Kota Bandung itu menemani sang ibu menjalani ibadah haji tahun ini. Keberangkatannya berselimut duka, sebab ia duduk di kursi pesawat yang semestinya diduduki sang ayah.
"Alhamdulillah bisa menemani ibu berangkat haji, kebetulan saya menggantikan ayah yang meninggal tahun 2024 kemarin," kata Alifiya saat ditemui, Minggu (26/4/2026).
Perasaannya jelas campur aduk, bahagia dan sengsara. Penantian panjang kedua orangtuanya selama 12 tahun, justru berujung antiklimaks. Namun ia meyakini, skenario Yang Maha Kuasa merupakan jalan takdir terbaik yang mesti ia lakoni sepenuh hati.
"Mama sama ayah saya daftar dari tahun 2014, qadarullah meninggal sebelum berangkat. Pastinya perasaan saga campur aduk ya, enggak nyangka banget bisa berangkat haji sama mama tapi ayah saya meninggal," kata Alifiya.
Hidup terus berjalan, Alifiya memantapkan diri memenuhi panggilan ke Baitullah. Ia menyiapkan segalanya dengan baik, mulai dari administrasi hingga kondisi kesehatan. Terlebih, ia tak paham bagaimana keadaan di Tanah Suci.
"Persiapan ya olahraga ringan, terus cek kesehatan. Kita enggak tahu kan medan di sana seperti apa, pokoknya ikuti arahan petugas selama ibadah disana," kata Alifiya.
Bahagia juga dirasakan Erniyati (65) dan suaminya Mashur (69). Pasangan suami istri lansia asal Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi itu akhirnya terpanggil memenuhi undangan Sang Pencipta.
"Alhamdulillah saya bisa berangkat tahun ini, setelah menunggu dari tahun 2014. Saya berangkat haji sama suami," kata Erniyati.
Ia mempersiapkan segalanya dengan baik. Mulai dari obat-obatan untuk penyakit kolestrol yang diidapnya. Serta obat khusus untuk sang suami yang kondisi kesehatan jiwanya tak stabil.
"Suami kebetulan agak khusus kesehatan jiwanya, enggak boleh stres. Jadi harus kita ajak yang bahagia terus, kalau enggak ya nanti bisa kumat. Tapi saya bawa obatnya, Insyaallah ibadahnya lancar," kata Erniyati.
Rombongan calon jemaah haji kemudian masuk ke setiap bus sesuai arahan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kota Cimahi. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, kemudian melepas keberangkatan 11 bus menuju Embarkasi Kertajati.
"Hari ini Pemerintah Kota Cimahi melepas keberangkatan kloter 7, berisi 441 calon jemaah haji menuju Embarkasi Kertajati dengan kuota keseluruhan 575 calhaj. Sisanya akan diberangkatkan tanggal 7 Mei mendatang," kata Ngatiyana.
Ia meminta PPIH benar-benar memperhatikan dan melayani calhaj terutama mereka yang sudah lansia dan memerlukan perlakuan khusus sebaik mungkin.
"Silakan untuk teman-teman PPIH, layani calhaj kita sebaik mungkin. Semoga mereka yang berangkat ke tanah suci, selamat dan lancar ibadahnya. Kemudian kembali lagi ke Cimahi dalam keadaan selamat dan utuh," kata Ngatiyana.
(dir/dir)
