Belajar Proses Pengolahan Beras di Perum Bulog Indramayu

Burhannudin - detikJabar
Jumat, 24 Apr 2026 05:30 WIB
Para siswa berkunjung ke Gudang Singakerta 1 milik Perum Bulog Indramayu, Kamis (23/4/2026). (Foto: Burhannudin)
Indramayu -

Suasana berbeda tampak di Gudang Singakerta 1 milik Perum Bulog Indramayu. Bukan hanya aktivitas bongkar muat beras, hari itu gudang juga dipenuhi rasa penasaran para pelajar. Di antara mereka, ada Sabrina (16), siswi kelas 10 dari SMA Negeri 2 Indramayu, yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, Kamis (23/4/2026).

Bagi Sabrina, kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan sekolah. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan.

"Seru banget. Aku jadi tahu proses pengolahan beras, mulai dari gabah dari petani sampai jadi beras yang siap dikonsumsi," ujarnya dengan penuh semangat, kepada detikJabar.

Ia bercerita, selama ini beras hanya ia kenal sebagai bahan makanan sehari-hari di rumah. Namun, melalui kunjungan ini, Sabrina mulai memahami bagaimana proses panjang di baliknya. Dari pengambilan gabah, proses pengolahan, hingga tahap seleksi kualitas beras.

"Sekarang aku bisa bedain beras premium sama medium. Terus juga tahu kalau beras yang pecah-pecah itu diseleksi dan tidak semuanya layak dikonsumsi," katanya.

Tak hanya itu, teknologi yang digunakan di gudang juga meninggalkan kesan tersendiri baginya. Mesin-mesin modern yang digunakan dalam proses pengolahan beras dinilai Sabrina sangat canggih.

"Alatnya canggih-canggih banget. Teknologinya sudah maju, menurut aku keren banget," tambahnya.

Kunjungan edukatif ini selain inisiatif dari pihak sekolah, juga merupakan bagian dari program eduwisata yang digagas Perum Bulog untuk memperkenalkan peran mereka kepada generasi muda.

Pimpinan Cabang Bulog Indramayu, Apip Wijaya Khaerudien, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka wawasan siswa tentang perjalanan beras dari petani hingga menjadi cadangan pangan nasional.

"Hari ini siswa-siswi dikenalkan bagaimana 'supply chain' beras, mulai dari pengadaan, pengolahan, sampai penyimpanan di gudang sebagai cadangan beras nasional," jelasnya.

Selain edukasi, Bulog juga ingin menunjukkan kondisi stok beras yang melimpah di Indramayu. Saat ini, cadangan beras di wilayah tersebut telah mencapai lebih dari 124 ribu ton, hasil produksi petani lokal.

"Ini adalah hasil produksi petani Indramayu. Alhamdulillah stok kita melimpah dan kita terus menyerap hasil panen selama musim panen berlangsung," ujarnya.

Sementara itu, Sabrina berharap program seperti ini dapat terus berlanjut. Selain memberikan pengalaman langsung kepada siswa, kegiatan ini juga menjadi cara mengenalkan pentingnya ketahanan pangan sejak dini.

Bagi Sabrina, kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam. Dari sekadar tahu nasi di piring, kini ia memahami perjalanan panjangnya; dari sawah hingga ke meja makan.

"Sekarang pengetahuan aku tentang beras jadi bertambah," pungkasnya.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork