Drainase Tak Optimal Dianggap Jadi Biang Kerok Banjir Indramayu

Burhannudin - detikJabar
Senin, 02 Feb 2026 17:00 WIB
Banjir Indramayu (Foto: Burhannudin/detikJabar)
Indramayu -

Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Indramayu beberapa waktu lalu kembali memicu banjir di sejumlah titik. Kondisi ini menyoroti sistem drainase perkotaan yang dinilai belum berfungsi maksimal.

Genangan air tampak merendam berbagai jalan protokol yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat, di antaranya Jalan Pahlawan, Jalan DI Panjaitan, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan S Parman, Jalan RA Kartini, Jalan Tridaya Barat, hingga Jalan Yos Sudarso. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat dan aktivitas warga terganggu.

Tak hanya ruas jalan, banjir juga merambah kawasan permukiman. Air dilaporkan masuk ke dalam rumah warga, menyebabkan ketidaknyamanan dan kerugian bagi masyarakat.

Yudi Mulyanto (31), warga Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, mengeluhkan kondisi tersebut. Ia menilai banjir yang terjadi menunjukkan sistem pembuangan air tidak berjalan dengan baik.

"Banjir di mana-mana, ini tentu pembuangan airnya tidak lancar. Irigasi bermasalah, drainase bermasalah," ujar Yudi saat ditemui di sebuah warung dekat rumahnya, Senin (2/2/2026).

Senada dengan Yudi, keluhan juga disampaikan Cipto (34), warga Margadadi lainnya. Menurutnya, persoalan banjir tidak hanya disebabkan oleh infrastruktur, tetapi juga kebiasaan masyarakat serta minimnya pengawasan dari dinas terkait.

"Kebiasaan hidup sehat juga berpengaruh, seperti buang sampah sembarangan di saluran air dan di sungai. Sampah menumpuk di saluran tersebut dan jarang dipantau oleh dinas terkait. Ketika banjir terjadi, salurannya baru dilihat, baru dicari masalahnya," kata Cipto.

Ia menambahkan, apabila masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan dinas terkait melakukan pemantauan rutin, dampak banjir setidaknya dapat diminimalkan.

Sementara itu, Septian (29), warga lainnya, menyoroti keberadaan eceng gondok yang dinilai menghambat aliran air.

"Eceng gondok juga benar-benar mengganggu aliran air, ini benar-benar seperti diabaikan. Mungkin menunggu banjir datang dulu baru ditangani," ujarnya.



Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "


(dir/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork