Banjir yang merendam Perumahan Bumi Dermayu Indah (BDI) 2, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, sejak beberapa hari terakhir memicu keresahan warga. Mereka menuntut langkah nyata dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan menahun tersebut.
Ketua RW 12 BDI 2, Egy Prasetyo, mendesak pemerintah segera merealisasikan pembangunan rumah pompa sebagai solusi jangka panjang. Menurut Egy, posisi BDI 2 berada di titik terendah sekaligus ujung saluran pembuangan Perumahan Margadadi. Akibatnya, kawasan ini menjadi muara air yang memicu genangan saat hujan deras atau mendapat kiriman air dari wilayah lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan pengamatan kami, semua pembuangan air bermuara ke sini. Kemarin air sampai masuk ke rumah warga dengan ketinggian mencapai satu meter," ujar Egy saat ditemui di lokasi banjir, Rabu (28/1).
Ia menilai saluran air saat ini sudah tidak memadai karena sempit dan mengalami sedimentasi parah. Warga mengusulkan pembangunan saluran baru atau sodetan yang diarahkan langsung ke Kali Praja Gumiwang yang berada di dekat kawasan tersebut.
"Harus ada normalisasi. Langkah konkret yang kami harapkan adalah pengurasan sedimentasi dan pelebaran saluran," tambahnya.
Egy menegaskan, warga tidak butuh sekadar kunjungan seremonial. Mereka menuntut realisasi pembangunan rumah pompa yang selama ini hanya menjadi rencana. "Kami tidak mau hanya didatangi secara simbolis. Kami butuh kenyataan," tegasnya.
Aspirasi itu disampaikan langsung kepada Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat meninjau lokasi banjir di Perumahan BDI 2. Dalam kunjungannya, Lucky menyatakan pihaknya tengah memetakan titik genangan untuk menentukan penanganan darurat.
"Hari ini saya melihat ke beberapa titik banjir, apa yang bisa kita lakukan. Kalau memang ada genangan berarti harus disedot, kalau butuh dapur umum atau evakuasi warga nanti ada BPBD," ujar Lucky kepada awak media, saat meninjau titik banjir di Perumahan BDI 2.
Lucky menjelaskan, posisi geografis Indramayu di wilayah hilir membuatnya rawan menerima air kiriman meski di lokasi setempat tidak turun hujan. Ia pun menginstruksikan perangkat desa untuk segera berkoordinasi dengan dinas terkait.
"Nanti dari RW sampaikan ke Camat, lalu Camat koordinasikan dengan Dinas PUPR dan Dinas Kimrum," katanya.
Warga berharap peninjauan bupati ini segera membuahkan hasil nyata agar persoalan banjir di BDI 2 tidak terus berulang. Saat ini, genangan mulai surut seiring berhentinya hujan. Ketinggian air di jalan perumahan tersisa 30 sentimeter, sementara di dalam rumah warga masih tergenang sekitar 15 sentimeter.
(orb/orb)
