Warga Perumahan Cidayu Indramayu Pasrah Sepekan Terendam Banjir

Warga Perumahan Cidayu Indramayu Pasrah Sepekan Terendam Banjir

Burhanudin - detikJabar
Rabu, 28 Jan 2026 15:45 WIB
Dasuki menceritakan kondisi permukimannya di Perumahan Cidayu yang tergenang banjir
Dasuki menceritakan kondisi permukimannya di Perumahan Cidayu yang tergenang banjir (Foto: Burhannudin/detikJabar).
Indramayu -

Sudah lebih dari sepekan, genangan air belum juga surut di Perumahan Citra Darma Ayu (Cidayu), Kelurahan Margadadi, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Bukannya surut, banjir justru kembali datang dan membuat warga pasrah menghadapi kondisi yang terus berulang setiap musim hujan.

Seorang warga, Dasuki (71), menuturkan banjir mulai merendam kawasan perumahan sejak Kamis (22/1/2026). Awalnya, air hanya menggenangi ruas jalan dan belum masuk ke dalam rumah. Namun, kondisi berubah pada malam hari saat air mulai naik hingga setinggi 40 sentimeter.

"Waktu Minggu (25/1/2026) itu airnya sudah mulai surut, cuma di jalan depan rumah. Saya sempat bersih-bersih dan merapikan barang," kata Dasuki saat ditemui di Perumahan Cidayu, Rabu (28/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harapan Dasuki pupus. Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (27/1/2026) dini hari hingga sore memicu banjir susulan yang lebih tinggi. Air kembali merendam rumah dan perabotan warga.

"Kemarin airnya sampai setinggi paha. Barang-barang banyak yang terendam, saya cuma bisa pasrah. Keluarga juga langsung mengungsi ke rumah saudara," ujarnya lirih.

Menurut Dasuki, banjir di Perumahan Cidayu bukan kejadian baru. Namun, banjir kali ini merupakan yang terparah karena biasanya air hanya masuk sekitar 10 sentimeter ke dalam rumah. Ia menilai buruknya sistem drainase menjadi penyebab utama banjir. Saluran air di kompleks perumahan tersebut tidak memiliki alur pembuangan yang jelas sehingga tak mampu menampung debit air hujan.

"Saluran drainase ini tidak tahu ujungnya ke mana. Air hujan mengalir ke mana juga tidak jelas, akhirnya ya banjir terus tiap musim hujan," keluhnya.

Dasuki berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan banjir, khususnya di wilayah Kelurahan Margadadi. Pasalnya, banjir tidak hanya merendam Perumahan Cidayu, tetapi juga sejumlah kompleks lain di sekitarnya seperti Rumah Ningrat (RN) 1, Bumi Darma Ayu (BDA), Margalaksana, dan pemukiman lainnya.

Keluhan serupa disampaikan Atun Banatun (50). Ia menyebut sistem drainase di kompleks tersebut tidak berfungsi optimal, terutama di area belakang perumahan.

"Airnya cuma dialirkan dari depan ke belakang, tapi di belakang mau dibuang ke mana juga tidak jelas. Jadi kami yang di belakang pasti paling parah," katanya.

Atun mengungkapkan, pada Selasa kemarin, banjir di rumahnya mencapai pinggang orang dewasa. Meski mulai surut, air masih menggenangi rumah setinggi 40 hingga 50 sentimeter.

"Ini banjir paling parah selama saya tinggal di sini. Biasanya cuma 10 sentimeter, sekarang sampai pinggang. Banyak barang elektronik yang rusak," ucapnya.

Ia berharap ada penanganan serius dari pihak terkait agar warga tidak terus-menerus dihantui banjir setiap kali hujan deras mengguyur.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Hujan Deras Terus, 154 RT-20 Ruas Jalan di Jakarta Banjir"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads