Lembah Cilengkrang di Desa Pejambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, menjadi salah satu destinasi wisata air panas alami unggulan di kawasan Gunung Ciremai. Di sana, pengunjung bisa berendam di sejumlah kolam dengan suasana lembah yang asri dan rindang.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 3 kilometer dari pintu masuk dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Sepanjang perjalanan, jalan setapak yang menanjak dan menurun akan menyambut pengunjung dengan hembusan udara sejuk.
Perjalanan ini melewati beberapa titik penting, termasuk situs bersejarah petilasan Pangeran Arya Kemuning yang dikelilingi tembok merah. Selepas situs tersebut, panorama perbukitan Gunung Ciremai terhampar luas, menjadi tempat ideal bagi pengunjung untuk melepas lelah sejenak.
Jika beruntung, pengunjung dapat menjumpai satwa langka khas Gunung Ciremai seperti elang jawa, monyet, lutung, dan surili. Setelah menyeberangi jembatan di atas sungai yang jernih, pengunjung akan tiba di Lembah Cilengkrang yang memiliki sedikitnya empat kolam pemandian.
Uap panas mengepul saat pengunjung mendekati area pemandian. Tepat di depan kolam, Curug Sabuk Cilengkrang mengalir deras dari puncak bukit menuju anak sungai. Lokasi ini memungkinkan pengunjung berendam sembari menikmati keindahan air terjun yang ikonik.
Petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Idin Abidin, menjelaskan bahwa air panas Lembah Cilengkrang berasal dari aktivitas vulkanis Gunung Ciremai yang masih aktif. Panas magma di perut bumi naik ke permukaan secara alami dan memanaskan air tanah.
"Gunung Ciremai adalah gunung api aktif, meski letusan terakhir tercatat pada 1937. Panas magma dari perut bumi naik ke permukaan dan memanaskan air tanah secara alami. Air tersebut keluar melalui celah batuan sebagai sumber air panas alami," tutur Abidin, Sabtu (17/1/2026).
Simak Video "Keindahan Alam dari Puncak Gunung Tilu, Kuningan"
(mso/mso)