Tepat di kaki Gunung Ciremai, terdapat sebuah destinasi wisata kolam renang yang menawarkan suasana sejuk serta panorama lembah yang asri. Destinasi tersebut adalah objek wisata Bumi Pelangi Kuningan.
Untuk mencapai lokasi, para pengunjung terlebih dahulu harus melintasi area pertanian milik penduduk setempat. Di sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhi medan jalan yang menanjak dengan latar pemandangan Gunung Ciremai yang megah dari kejauhan.
Setelah melewati area pertanian, pengunjung akan langsung disambut dengan beragam kolam renang warna-warni. Keunikan tempat ini terletak pada keberadaan batuan alam berukuran besar yang sengaja dicat sehingga memberikan kesan visual yang menarik. Tepat di balik area kolam tersebut, terbentang panorama perbukitan Gunung Ciremai yang memanjakan mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lokasi ini, pengunjung dapat merasakan sensasi berenang di air kolam yang jernih dan segar, yang bersumber langsung dari mata air Gunung Ciremai. Bagi yang tidak ingin berenang, pengunjung juga dapat duduk bersantai sembari menikmati atmosfer Bumi Pelangi yang tenang.
Suasana objek wisata Bumi Pelangi Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib |
Selain itu, tersedia pula fasilitas bagi pencinta aktivitas luar ruangan untuk berkemah sambil menikmati pemandangan lampu kota pada malam hari. Di sekitar lokasi kolam juga terdapat bangunan warna-warni yang bisa dijadikan sebagai spot foto estetik.
Pengelola Objek Wisata Bumi Pelangi sekaligus Direktur BUMDes Babakan Mulya Kencana, Junaedi, memaparkan bahwa Bumi Pelangi memiliki berbagai fasilitas unggulan. Di antaranya delapan kolam renang dengan kedalaman bervariasi, area mandi busa, gazebo, toilet, hingga bumi perkemahan. Mengingat lokasinya yang berada di kaki gunung, batuan alam yang ada di area kolam sengaja dipertahankan dan diwarnai untuk menambah daya tarik estetika.
"Ini kolam kan ada delapan nih. Ketinggiannya bervariasi ada yang sampai 1.8 meter, ada kolam khusus mandi busa. Untuk airnya itu langsung dari lembah Cilengkrang Gunung Ciremai makannya seger. Untuk baru batu alam memang tetap dipertahankan agar kesan alaminya itu ada," tutur Junaedi, Sabtu (13/6/2026).
Suasana objek wisata Bumi Pelangi Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib |
Salah satu fasilitas favorit di Bumi Pelangi adalah perosotan pelangi yang memiliki panjang sekitar 70 meter. Di wahana ini, pengunjung dapat meluncur sembari menikmati udara pegunungan yang segar dan aliran air alami yang jernih.
Junaedi menjelaskan bahwa tarif tiket masuk ke objek wisata ini cukup terjangkau, yakni sebesar Rp 10.000 per orang. Sementara itu, bagi pengunjung yang ingin berkemah, dikenakan tarif Rp 25.000 per malam. Bagi wisatawan yang tidak membawa perlengkapan, pihak pengelola juga menyediakan penyewaan tenda dengan harga Rp 130.000.
Salah satu pengunjung, Sofyan, tampak menikmati waktu luangnya bersama keluarga. Ia terlihat asyik mendampingi kedua anaknya bermain di area perosotan. Menurutnya, sumber air yang berasal langsung dari pegunungan memberikan sensasi kesegaran yang berbeda.
"Baru pertama kali ke sini. Dateng ke sini bareng bareng sama keluarga. Tahu di sini ada wisata itu, awalnya liat dari youtube. Karena tertarik akhirnya ke sini. Enak tempatnya, segar sejuk juga. Airnya juga jernih," tutur Sofyan.
Senada dengan Sofyan, pengunjung lainnya, Adi (34), juga terkesan dengan suasana di lokasi tersebut. Siang itu, Adi tampak bersantai di gazebo sembari menikmati keindahan alam. Ia menilai Bumi Pelangi tetap layak dikunjungi meskipun pengunjung tidak berniat untuk berenang, karena panorama alamnya yang memikat.
Suasana objek wisata Bumi Pelangi Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib |
Objek wisata Bumi Pelangi Kuningan beroperasi mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Lokasinya berada di Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Bagi wisatawan dari arah Kota Cirebon, rute yang dapat ditempuh adalah menuju Jalan Raya Cirebon-Kuningan, kemudian berbelok kanan ke arah Jalan Raya Jalaksana-Pejambon. Perjalanan dilanjutkan menuju Jalan Babakan Mulya, lalu berbelok kiri ke Jalan Sadamantra hingga menemukan bangunan warna-warni serta papan informasi resmi Bumi Pelangi.
(tya/tey)



