Upaya Pemkab Atasi Hama Padi di Kabupaten Kuningan

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Kamis, 13 Nov 2025 19:46 WIB
Sawah di Kabupaten Kuningan (Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar).
Kuningan -

Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus berupaya untuk mengatasi masalah hama yang dialami oleh para petani. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah memaparkan, salah satu hama yang sering menyerang petani adalah Hama Penggerek Batang Padi (Scirpophaga incertulas) yang menyerang tanaman padi di beberapa kecamatan di Kuningan.

"Untuk penggerek batang padi berdasarkan data itu sampai serangan terakhir itu ada di Luragung, Darma, kemudian Salajambe, Cibireum, Cidahu, Maleber dan Jalaksana dengan total itu luasan serangan itu 52 hektare," tutur Wahyu, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, Hama Penggerek Batang Padi memiliki siklus hidup yang cepat serta dapat menimbulkan kerusakan yang berat pada tanaman padi. Hama penggerek batang padi beroperasi dengan cara meletakkan telur di permukaan daun, lalu larva yang ada pada telur masuk ke batang dan memakan jaringan dalam. Hal ini membuat batang padi menjadi mengering dan tidak keluar.

Serangan hama penggerek batang padi tersebut menyebabkan petani kehilangan hasil panen mencapai 30-40 persen. Bahkan, lanjut Wahyu, bisa mencapai 70 persen bila tidak dikendalikan sejak dini. Menurut Wahyu, untuk mengatasi serangan hama tersebut, petani bisa menggunakan penyemprotan insektisida.

"Tapi ini fatal karena penggerek batang padi menurunkan produktifitas sampai 70 persen. Berdasarkan hasil pengamatan tim teknis, intensitas serangan penggerek batang padi mencapai rata-rata 12,40%, sehingga perlu segera dilakukan tindakan pengendalian. Penyemprotan dilakukan menggunakan insektisida berbahan aktif Dimehipo 500 g/l untuk menekan populasi larva hama di lapangan," tutur Wahyu.

Dalam proses penyemprotannya sendiri harus dilakukan secara serentak ke area lahan yang terkena wabah ataupun tidak. Hal ini bertujuan agar hama tidak menyebar dan mati total.

"Dalam satu hamparan area kita lakukan pengendalian serentak baik yang terkena hama atau tidak agar tidak menyebar. Karena penyebab penggerek batang kan dari kupu-kupu yang bisa menyebar dan bertelur. Dari mulai telur jadi larva, terus jadi ulat dan jadi kupu-kupu lagi. Jadi kita bantu insektisida untuk pengendalian hama. Kebetulan kita dapat bantuan juga dari provinsi dan kementerian dengan total 3000 hektare untuk insektisida," tutur Wahyu.

Simak Video "Keindahan Alam dari Puncak Gunung Tilu, Kuningan"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork