Diserbu Hama Penggerek, 2 Hektare Sawah di Pinrang Cuma Dapat 45 Karung Padi

Diserbu Hama Penggerek, 2 Hektare Sawah di Pinrang Cuma Dapat 45 Karung Padi

Muhclis Abduh - detikSulsel
Selasa, 14 Apr 2026 18:00 WIB
Sebanyak 232 hektare sawah di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), diserang hama penggerek batang dan tikus.
Foto: Sebanyak 232 hektare sawah di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), diserang hama penggerek batang dan tikus. (dok. istimewa)
Pinrang -

Sebanyak 232 hektare sawah di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), diserang hama penggerek batang dan tikus. Serangan hama itu membuat rugi petani, pasalanya lahan seluas 2 hektare cuma menghasilkan 45 karung padi.

Kondisi itu dialami petani bernama Wandi di Kecamatan Cempa, Pinrang. Wandi mengaku dari 2 haktera lahannya cuma menghasilkan 45 karung padi akibat serangan hama penggerek batang.

"Jauh sekali perbandingannya. Dulu bisa ratusan karung, sekarang cuma 45 karung," kata Wandi kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal senada juga dialami petani bernama Jamil Hasim. Dari lahan seluas 85 are, ia hanya memperoleh 19 karung padi, jauh dibandingkan biasanya yang bisa mencapai 45 karung.

"Diserang penggerek batang, hasilnya turun jauh," kata Jamil.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan, kondisi ini membuatnya merugi pada musim tanam pertama tahun ini. Hasil panen yang diperoleh tidak mampu menutupi biaya produksi.

"Gagal panen tidak, tapi rugi karena tidak menutupi biaya. Sewa traktor saja Rp 2 juta per hektare, sementara harga gabah sekitar Rp 7.200 per kilogram," ujarnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Pinrang, Andi Sinapaty Rudi membenarkan kondisi tersebut. Dia mengatakan tanaman padi warga diserang hama penggerek batang dan tikus.

"Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kasus serangan hama yang terjadi yang menyebabkan hasil panen padi menyusut karena ada serangan hama penggerek dan serangan hama tikus," kata Andi Sinapaty.

Dia menyebut ada 115 hektare sawah di Kecamatan Cempa terserang hama penggerek batang. Sementara di Kecamatan Patampanua ada sekitar 117 hektare diserang hama tikus.

"Ada 2 kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Cempa dan Kecamatan Patampanua," ungkapnya.

Ia menuturkan penyuluh sebenarnya sudah mengingatkan petani agar menanam pada awal Januari. Namun, di lapangan masih ditemukan petani yang menunda waktu tanam.

"Sudah disampaikan dalam rapat turun sawah, tapi masih ada petani yang menunggu. Padahal kalau tanam (akhir) Januari, risikonya serangan hama," pungkasnya.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads