Jerit Petani Didengar, Polres Sumedang Gaungkan Perang Lawan Tikus

Jerit Petani Didengar, Polres Sumedang Gaungkan Perang Lawan Tikus

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Kamis, 25 Jun 2026 23:30 WIB
Pembasmian Hama Tikus di Sumedang
Pembasmian Hama Tikus di Sumedang (Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar)
Sumedang -

Petani yang berada di Kabupaten Sumedang kini tengah menjerit. Pasalnya, mayoritas petani padi mengalami gagal panen akibat sawahnya diserang oleh hama tikus.

Hama tikus menjadi ancaman serius bagi para petani. Salah satunya dirasakan oleh petani di Blok Cibaros, Dusun Cihanyir, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Ketua Gapoktan Desa Girimukti, Supriatna, mengatakan, serangan hama tikus telah menyebabkan petani di wilayahnya mengalami gagal panen selama dua musim tanam berturut-turut sejak awal tahun ini. Kondisi tersebut semakin memberatkan petani di tengah tingginya biaya produksi pertanian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada yang gagal panen sampai dua musim. Biasanya dari luas lahan 100 bata bisa 1 Ton, sekarang 1 kuintal juga tidak sampai. Apalagi sekarang kan biaya pengolahan tanaman pangan khususnya padi mahal," ujar Supriyatna, Kamis (25/6/2026).

ADVERTISEMENT

Supriatna mengungkapkan, dampak serangan hama tikus semakin terasa karena biaya produksi pertanian terus meningkat. Mulai dari biaya sewa traktor, pupuk, hingga obat-obatan pertanian mengalami kenaikan, sementara hasil panen justru menurun drastis.

"Biasanya petani masih bisa mendapatkan hasil panen yang cukup baik, tetapi sekarang hasilnya jauh berkurang. Kondisi ini membuat banyak petani mengeluh karena pengeluaran besar tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh," katanya.

Ia menambahkan, berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan petani untuk memberantas tikus, mulai dari penggunaan perangkap tradisional hingga umpan beracun. Namun tingginya populasi tikus membuat upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal.

Sementara itu, jeritan dari para petani saat ini dapat bernafas lega. Sebab, terdapat upaya membasmi hama tikus yang dilakukan oleh pihak kepolisian dari Polres Sumedang.

Cara unik dilakukan Polres Sumedang, Jawa Barat, dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu petani mengatasi serangan hama tikus.

Pembasmian hama dilakukan melalui Lomba Basmi Hama Tikus, sebagai rangkaian memperingati Hari Bhayangkara ke-80, yang dilaksanakan serentak di 26 kecamatan di Sumedang.

Lomba tersebut, langsung mendapat sambutan positif dari para petani, yang selama ini mengalami kerugian akibat serangan hama tikus yang merusak tanaman padi.

Bahkan di sejumlah wilayah, serangan hama tersebut menyebabkan penurunan hasil panen hingga mencapai 50 persen.

Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, turun langsung ke area persawahan di Dusun Cihanyir, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, untuk membuka sekaligus menyaksikan proses penangkapan tikus bersama para petani.

Menurut Sandityo, kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah.

"Perlu digaris bawahi, lomba ini selain untuk membantu petani membasmi hama tikus, juga agar nanti persiapan penanaman tahap selanjutnya, merasa tenang dan tidak diganggu lagi hama tikus," kata Sandityo.

Selain membantu mengurangi populasi tikus, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan antara aparat dan masyarakat.

"Hasil keliling ada yang sampai 50 persen terserang hama tikus. Jadi ini mengganggu aktivitas pertanian. Bahkan ada anggota kami yang menjadi petani, mengeluh. Yang biasa panen 3 Ton, akhirnya hanya panen 1 Ton," ucapnya.

Para petani yang mengikuti lomba tersebut, mencapai 2.000 peserta yang tergabung dalam 21 Gapoktan. Mereka pun, tampak antusias mengikuti perlombaan dengan berburu tikus di lahan persawahan pasca panen yang selama ini menjadi sarang hama tersebut.

Mereka menggunakan metode pengasapan dan pembakaran dengan campuran serbuk belerang, untuk memaksa tikus keluar dari lubangnya sebelum ditangkap dan dihitung sebagai bagian dari penilaian lomba.

Selain menjadi ajang perlombaan yang akan berlangsung selama empat hari ke depan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong antarpetani dalam menjaga lahan pertanian dari serangan hama.

Dengan demikian, produktivitas pertanian di Kabupaten Sumedang dapat terus terjaga dan meningkat pada musim panen mendatang.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads