Ratusan warga Indramayu memburu beras murah. Bahkan mereka rela mengantre panjang untuk mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau.
Salah satunya Karnadi (50). Warga Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu ini sudah Rabu (21/2/2024) pagi datang ke Kantor Kecamatan Sindang. Di lokasi tersebut, sedang digelar operasi pasar murah.
Kepada detikJabar, Karnadi mengaku tidak hanya membawa kepentingan pribadinya. Ia yang juga sebagai ketua RT di desanya, turut mengakomodir kupon milik beberapa warganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini beli banyak titipan warga saya juga. Sekalian bawanya kan saya juga RT nya," kata Karnadi sambil menghitung jumlah kantong beras yang dibelinya, Rabu (21/2/2024).
Dalam program gerakan pasar murah ini, warga dengan kuponnya bisa membeli dua sampai 3 karung beras (5 Kilogram/Karung). Setiap karung beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dikenakan harga sekitar Rp54.500 atau Rp10.900 per Kilogramnya.
"Kita beli 3 karung mas," ungkapnya.
Tiga karung ini menurut Karnadi, tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumsi keluarganya. Namun, lebih dari itu Karnadi harus membeli lebih banyak demi melancarkan usaha kecilnya menjual nasi lengko. Meski demikian, 3 karung beras seberat 15 Kilogram itu hanya bisa bertahan sekitar 2 hari.
"Ini buat jualan nasi lengko juga mas. Paling habis dua hari," ucapnya.
Usahanya mengantre di kegiatan gerakan pangan murah ini lantaran harga beras beberapa hari belakangan dirasakan Karnadi cukup berat. Sebab, harga beras yang biasa dia beli sudah mencapai Rp16 ribu per kilogram.
"Sengaja beli banyak karena harga beras nya masih mahal. Per kilogram bisa Rp16 ribu," pungkasnya.
Dalam monitoringnya, Bupati Indramayu Nina Agustina menyebut kegiatan ini cukup mendapat antusias masyarakat. Namun, ia juga meminta agar warga lebih tertib dengan tidak melakukan antrean berkali-kali agar program bisa dirasakan secara merata.
"Kita harapkan masyarakat yang udah ngantre jangan ikut ngantre bolak-balik. Yang kedua orang tuanya udah ngantre, anaknya ikut ngantre jadi target tuh berguling terus," kata Nina.
Menurutnya, gerakan pangan murah akan digelar selama sepuluh hari ke depan di 31 Kecamatan se Kabupaten Indramayu. Per hari bisa mencapai 4 titik dengan jumlah beras yang disesuaikan kebutuhan masyarakat setempat.
"Hari ini 16 ton ya. Nanti sesuai kebutuhan karena setiap wilayah kan beda-beda yah," katanya.
Sekedar diketahui, untuk setiap kecamatan Bulog Indramayu menargetkan hanya menyediakan sekitar 10 ton beras SPHP. Namun, Bulog tidak menutup kemungkinan menambah stok beras jika dibutuhkan.
"Jika kebutuhan berlebih ya silahkan ajukan ke Bulog nanti kita penuhi," kata Pimpinan Perum Bulog Cabang Indramayu, Ilhamsyah.
(dir/dir)