Mengenal Papatong hingga Simeut yang Jadi Penghuni Sawah

Oris Riswan Budianaa - detikJabar
Kamis, 18 Jun 2026 10:00 WIB
Ilustrasi hewan penghuni sawah. (Foto: ChatGPT)
Bandung -

Sawah bukan hanya tempat menanam padi. Bagi masyarakat Sunda, sawah adalah ekosistem yang dipenuhi berbagai jenis hewan dengan nama-nama khas yang mungkin terdengar unik bagi sebagian orang.

Berikut ini beberapa hewan yang sering ditemukan di sawah beserta namanya dalam bahasa Sunda dan penjelasannya:

1. Bangkong (Katak)

Bangkong adalah sebutan dalam bahasa Sunda untuk katak atau kodok. Hewan ini sangat mudah ditemukan di area sawah, terutama saat musim hujan atau pada malam hari.

Bangkong berperan sebagai predator alami berbagai serangga yang dapat merusak tanaman padi. Suara khasnya yang nyaring sering menjadi bagian dari suasana malam di pedesaan.

2. Oray (Ular)

Masyarakat Sunda menyebut ular sebagai oray. Oray sendiri hidup di berbagai tempat, termasuk sawah. Khusus oray sawah, umumnya berguna membantu petani mengendalikan populasi tikus.

Meski demikian, petani tetap harus berhati-hati karena beberapa jenis oray memiliki bisa yang berbahaya.

3. Simeut (Belalang)

Dalam bahasa Sunda, belalang dikenal dengan nama simeut. Hewan ini banyak ditemukan di antara batang dan daun padi.

Meskipun menjadi sumber makanan bagi berbagai hewan lain, jumlah simeut yang terlalu banyak dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman karena memakan daun padi.

4. Papatong (Capung)

Orang Sunda menyebut capung dengan sebutan papatong. Papatong sendiri menjadi salah satu hewan yang paling sering terlihat beterbangan di atas sawah.

Papatong membantu mengendalikan populasi nyamuk dan serangga kecil lainnya. Kehadirannya juga sering dianggap sebagai penanda lingkungan yang masih sehat.

5. Reungit (Nyamuk)

Area sawah yang banyak memiliki genangan air menjadi tempat favorit bagi reungit atau nyamuk untuk berkembang biak.

Meski sering dianggap mengganggu, reungit tetap menjadi bagian dari rantai makanan karena menjadi santapan bagi capung, katak, dan beberapa jenis burung.

6. Hileud (Ulat)

Hileud atau ulat sering ditemukan menempel pada daun tanaman. Beberapa jenis hileud merupakan hama karena memakan bagian tanaman padi.

Namun, hileud juga menjadi sumber makanan bagi burung dan serangga predator lainnya.

7. Lancah (Laba-laba)

Laba-laba atau lancah adalah sahabat petani yang sering tidak disadari keberadaannya. Hewan ini membuat jaring di sekitar tanaman untuk menangkap serangga.

Karena memangsa banyak hama tanaman, lancah termasuk predator alami yang membantu melindungi padi.

8. Beurit (Tikus)

Salah satu hewan yang paling ditakuti petani adalah beurit atau tikus. Hewan ini dapat merusak tanaman padi dalam jumlah besar.

Tak heran jika pengendalian beurit menjadi salah satu pekerjaan rutin para petani setiap musim tanam.

9. Laleur (Lalat)

Laleur atau lalat juga sering ditemukan di lingkungan persawahan. Hewan ini biasanya berkumpul di area yang lembap atau dekat bahan organik yang membusuk.

Walaupun sering dianggap mengganggu, laleur memiliki peran dalam proses penguraian alami.

10. Kukupu (Kupu-Kupu)

Kehadiran kukupu membuat area persawahan terlihat lebih hidup. Hewan ini sering hinggap di bunga liar yang tumbuh di sekitar pematang.

Selain mempercantik pemandangan, kukupu juga membantu proses penyerbukan berbagai tanaman.




(orb/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork