Ular adalah 'sahabat ekologis'. Tetapi, kehadiran ular di sekitar tempat tinggal manusia, tentu membuat resah. Sekalipun ular itu tidak berbisa, tetap saja keberadaannya membuat penghuni rumah tidak tenang dan cenderung panik.
Kepanikan terjadi kalau ular terlihat. Ada pula kejadian-kejadian ular tidak terlihat dari awal dan telah lebih dahulu masuk ke dalam rumah untuk bersembunyi di sudut-sudut gelap bahkan di balik lemari. Sebelum kepanikan muncul, ular telah lebih dulu mematuk salah satu penghuni rumah.
Ada berbagai cara menghindarkan ular dari lingkungan tempat tinggal. Di antaranya, dengan menanam sejumlah tanaman yang tidak disukai ular. tanaman ini adalah yang memiliki aroma menyengat bagi ular dan memiliki bentuk yang membuat ular tidak nyaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa saja tanaman-tanaman itu? Simak yuk!
6 Tanaman Pekarangan Pengusir Ular
Sejumlah tanaman, sebagaimana dibuktikan beberapa studi akademik, mengandung senyawa bioaktif yang dapat mengganggu sistem penciuman hewan, termasuk reptil jenis ular.
Meski tanaman tidak selalu menjadi solusi mutlak, kombinasi antara aroma tajam, minyak esensial, serta kondisi lingkungan yang tidak nyaman dapat membantu mengurangi potensi kehadiran ular di sekitar rumah.
1. Serai Wangi
Serai wangi (Cymbopogon nardus) dikenal mengandung minyak esensial seperti citronella yang memiliki aroma kuat dan tajam. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pengusir serangga, dan menurut berbagai riset pertanian, aroma tersebut juga dapat mengganggu indra penciuman hewan tertentu.
Minyak atsiri dari serai memiliki sifat repelan alami. Aroma khasnya dapat menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi hewan liar, termasuk ular.
Menanam serai wangi di sekitar pekarangan atau pagar rumah bisa menjadi langkah preventif alami untuk mengurangi risiko ular mendekat. Menanan serai caranya mudah. Satu batang serai lengkap dengan akarnya, tinggal dikubur bagian bawahnya. Nanti, serai akan tumbuh dan lebat dengan batang-batang baru.
2. Marigold
Bunga marigold (Tagetes erecta) memiliki aroma menyengat yang berasal dari senyawa alami seperti piretrin. Senyawa ini juga dikenal sebagai bahan aktif dalam pestisida alami yang digunakan dalam pertanian.
Aroma kuat dari marigold dapat mengganggu sistem sensorik beberapa hewan, termasuk ular yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap bau. Ular akan cenderung menghindari area dengan aroma tajam.
Mexican Marigolds (Cempasuchil), part of the Day of the Dead mega offering to honor the 700th anniversary of the founding of Tenochtitlan at Zocalo Square, in Mexico City, Mexico, October 27, 2025. REUTERS/Raquel Cunha Foto: REUTERS/Raquel Cunha |
Selain punya daya usir terhadap ular, tanaman marigold juga dapat mempercantik taman. Bunganya yang berwarna kuring, dapat memanjakan mata siapapun yang melihatnya.
3. Sambiloto
Sambiloto (Andrographis paniculata) sejauh ini terkenal sebagai tanaman obat, yang dengan rebusannya, penyakit seperti sakit pinggang atau sesak nafas bisa diatasi.
Tanaman herbal dengan rasa sangat pahit dan aroma khas yang cukup tajam ini ternyata berpotensi mengganggu hewan tertentu. Meski belum spesifik pada ular, sifat repelan alami dari tanaman pahit sering dimanfaatkan dalam pengendalian hama.
Andrographis Paniculata Capsules ,king of bitters isolated on white background Foto: Getty Images/iStockphoto/Pranee Tiangkate |
Penanaman sambiloto di pekarangan dapat menjadi alternatif tambahan dalam menciptakan lingkungan yang kurang nyaman bagi ular. Di samping itu, tanaman ini sangat bermanfaat untuk kesehatan penghuni rumah.
4. Lavender
Tanaman ini dipercaya bisa mengusir nyamuk. Ternyata, lavender (Lavandula angustifolia) juga tidak disukai ular. Sejauh ini, lavender dikenal luas karena aromanya yang menenangkan bagi manusia dan tidak disukai oleh beberapa hewan.
Hal ini karena kandungan linalool dan linalyl acetate dalam lavender menghasilkan aroma kuat yang khas. Minyak esensial lavender memiliki efek repelan terhadap serangga dan beberapa hewan kecil. Aroma ini dapat mengganggu sistem sensorik hewan dengan penciuman sensitif.
Selain melindungi rumah dari hewan yang mengandalkan penciuman, lavender juga dapat mempercantik taman dengan bunganya yang berwarna ungu.
5. Lidah Mertua
Kalau tanaman yang lain tidak disukai ular karena aromanya, Lidah mertua (Sansevieria trifasciata) justru tidak disukai karena bentuknya. Bentuk tanaman ini bagi ular adalah sebuah ancaman.
Lidah mertua memiliki bentuk daun yang tegak, keras, dan runcing. Selain dikenal sebagai tanaman penyerap polusi udara, tanaman ini mengancam ketenangan ular.
Ilustrasi tanaman lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/SKashkin |
Struktur fisiknya yang kaku dan rapat membuat ular tidak nyaman untuk melintas atau bersembunyi. Hal ini menjadikan lidah mertua sebagai penghalang alami di sekitar rumah. Penanaman lidah mertua di sepanjang pagar atau sudut pekarangan bisa membantu menciptakan 'barrier' alami.
6. Ki Lemo
Tanaman ini paling banyak dibicarakan sebagai tanaman pengusir ular. Ki Lemo (Litsea cubeba) yang dikenal juga sebagai kilemo atau krangean merupakan tanaman yang menghasilkan minyak atsiri dengan aroma tajam. Buah dan daunnya mengandung senyawa aromatik yang sering dimanfaatkan dalam industri minyak esensial.
Dikutip dari situs Agrokompleks, kandungan minyak dari Litsea cubeba memiliki aroma menyengat yang tidak disukai oleh beberapa hewan, termasuk hewan berbisa. Kayunya bahkan sering digunakan sebagai alat tradisional untuk mengusir ular.
Kayu Ki Lemo yang telah dikeringkan seringkali dipotong kecil lalu dipaku pada ujung bawah kusen pintu. Harapannya, agar ular tidak mau mendekat apalagi masuk melalui celah bawah pintu.
(dir/dir)



