Cara Pria Sukabumi Mengenalkan Sejarah Desanya Lewat Komik

Cara Pria Sukabumi Mengenalkan Sejarah Desanya Lewat Komik

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Jumat, 30 Sep 2022 14:31 WIB
Warga Sukabumi membuat komik menceritakan sejarah desanya.
Warga Sukabumi membuat komik menceritakan sejarah desanya (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Dede Misbah (33), ia seorang Pramu Kantor Desa Bangbayang, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Siapa sangka, pria jebolan sekolah dasar itu lihai membuat komik yang mengisahkan tentang sejarah kampung hingga keindahan desanya.

Pria yang akrab dipanggil Monox itu mengaku sudah hobi membuat ilustrasi saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Kisah-kisah komik yang diangkat oleh Monox sederhana dan ringan, alur hingga jalan ceritanya sangat mudah dimengerti oleh semua usia.

"Semua alur ceritanya berangkat dari lingkungan di sekitar saya, mencari inspirasi dari mendengarkan sesepuh atau orang tua dulu. Sejarah desa yang ada di Bangbayang, sejarah kampung saya di Cicalobak sampai keindahan Curug Gong," ungkap Monox kepada detikJabar, Jumat (30/9/2022).


Tidak ada karakter khusus dalam komik yang dibuat Monox. Meski begitu tokoh-tokoh yang ada dalam komiknya itu berasal dari tokoh asli dalam kehidupan sehari-harinya.

"Ada karakter si Monox, kebetulan saya kan juga hobi ngaguar (menggali) wisata menjaga lingkungan memberikan pesan positif menjaga aset keindahan desa, di komik itu ada anak-anak, kawan-kawan saya. Tergantung ceritanya, kalau sejarah saya gunakan nama-nama karakter yang hidup di masa itu semua alurnya menyesuaikan orang yang menceritakan kemudian saya buat kerangka tulisan dan setelah itu baru dibuat ilustrasi," ungkapnya.

Setiap membuat komik, Monox hanya berbekal pensil dan pulpen hitam untuk menegaskan guratan pada ilustrasinya. Sebagai media lukis, ia hanya menggunakan kertas HVS. Ia berharap suatu saat nanti, komiknya bisa dicetak diperbanyak dan bisa dibagikan ke minimal warga desanya.

"Menurut saya sebelum berbicara sejarah lebih luas, alangkah baiknya kita mengenal sejarah kampung sendiri terlebih dahulu. Agar anak-anak penerus kampung tidak lupa akan desanya, tumbuh rasa cintanya sehingga suatu saat nanti mereka menjadi orang besar bisa pulang dan membangun kampung dan desanya sendiri karena tahu potensi sejak dini," ucap Monox.

Komik hasil karya Monox masih tersimpan di lemari rumahnya. Semua komik itu dia buat disela waktu senggangnya usai menuntaskan tugasnya sebagai Pramu Kantor di Desa Bangbayang.

"Kerjaan saya kan sebagai Office Boy, kalau tugas kerjaan di desa kosong saya mulai iseng-iseng bikin ilustrasi dari kerangka cerita yang saya buat. Semuanya saya pelajari sendiri, sejauh ini hanya iseng-iseng karena mungkin sudah kebiasaan," ujarnya.

(sya/mso)