Terkuak! Isi Naskah Kuno yang Dimiliki Warga Sumedang

Terkuak! Isi Naskah Kuno yang Dimiliki Warga Sumedang

Nur Azis - detikJabar
Jumat, 30 Sep 2022 11:00 WIB
Naskah kuno milik warga di Sumedang.
Salah satu naskah kuno yang dimiliki warga Sumedang. (Foto: Nur Azis/detikJabar)
Sumedang -

Bidang Kebudayaan dari Disparbudpora Sumedang belum lama ini dibuat takjub oleh warga Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang yang masih menyimpan lima buku berisikan naskah kuno.

Menurut pemiliknya, kelima buku tersebut merupakan warisan peninggalan dari sesepuhnya yang diwariskan turun temurun kepada keluarganya. Naskah itu ada yang masih dalam bentuk kertas aslinya, tapi ada juga yang sudah berbentuk salinan yang ditulis dalam bentuk huruf pegon Sunda.

Kepala Bidang Kebudayaan dari Disparbudpora Sumedang, Budi Akbar menyebut, naskah kuno itu diduga berasal dari abad ke-16 atau setelah abad ke-17.


"Naskah kuno yang dibukukan itu ada yang masih dalam bentuk kertas aslinya dan ada juga yang sudah berbentuk salinan," ujar Budi, Jumat (30/9/2022).

Kendati demikian, ia meyakini kandungan isinya masih belum berubah. "Karena pada abad 16 atau abad 17 tidak semua orang bisa menulis dan yang bisa nulis pada masa itu pasti orang-orang pinter dan yang ditulisnya pasti bermanfaat," terangnya.

Budi menjelaskan, berdasarkan penelitian sepintas dari ahli filologi Disparbudpora Sumedang, dari kelima buku itu, salah satu isi di dalamnya memuat tentang wawacan atau karya sastra dalam bahasa Sunda.

Wawacan tersebut bertuliskan: wawacan awak salira, guaran diri antawis wujud sareng batinna, jiwa sareng ragana. "Tulisan itu kaitannya dengan spiritual," ujar Budi.

Isi naskah lainnya, sambung Budi, menceritakan tentang Babad Cirebon. Penggalan isinya bertuliskan : Babad Cirebon, guaran riwayat putra mahkota Karajaan Sunda (putra Prabu Siliwangi) nu kaluar ti karaton milari kasajatian kaelmuan dugika ngebak ngempur ngabuka wilayah nu ayeuna katelah nami wilayah Cirebon.

Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah Babad Cirebon, mengungkap riwayat putra mahkota Kerjajaan Sunda (putra prabu Siliwangi ) yang keluar dari keraton untuk mencari kesejatian keilmuan sampai membuka wilayah yang sekarang dikenal dengan nama Cirebon.

Budi menyebut, berdasarkan catatan Bidang Kebudayaan Sumedang, total hingga kini sudah ada 59 naskah kuno yang telah ditemukan di Sumedang , berikut 5 naskah kuno yang baru ditemukan tersebut.

"Untuk lima naskah kuno yang baru diremukan, saat ini masih dipegang oleh pemiliknya, namun kami sudah meminta izin untuk memfotocopynya," ujarnya.

Mengenal Wawacan

Dilansir dari situs kemdikbud.go.id, wawacan merupakan salah satu bentuk kesusastraan Sunda yang hadir di tanah Sunda kira-kira pada pertengahan abad ke-17 melalui ulama Islam dan pesantren.

Wawacan adalah cerita panjang yang berbentuk dangding (menggunakan aturan pupuh). Seperti naskah Wawacan Ogin Amarsakti (WOA) diperoleh di Padalarang, Kabupaten Bandung.

WOA berisi masalah keislaman dan perkenalan tokoh Ogin sejak bayi hingga menjadi raja, kesaktian serta keunggulan pihak Ogin, semata-mata hanya dalam rangka penyebaran ajaran Islam.

Berita sebelumnya, Lima buku berisikan naskah kuno masih terpelihara ditangan salah seorang warga Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang. Temuan naskah tersebut diketahui saat momen Milangkala Kecamatan Jatinunggal pada Selasa (27/9/2022).

Hal itu sebagaimana yang diutarakan oleh Wakil Bupati (Wabup) Sumedang Erwan Setiawan kepada detikjabar, Kamis (29/9/2022).

"Jadi waktu itu saya menghadiri acara Milangkala Jatinunggal yang ke-19, ada salah seorang warga yang menunjukan 5 buku berisikan naskah kuno, saat itu kebetulan ada orang dari Perpustakaan Nasional yang hadir," ungkap Erwan

Erwan menyebut, sepintas terkait isi dari naskah kuno itu salah satunya berisikan tentang pesan-pesan moral yang baik bagi masyarakat kaitannya dengan nilai budaya.

Atas temuan tersebut, sambung Erwan, naskah itu rencananya akan dibawa ke perpustakaan nasional untuk diterjemahkan secara detail terkait isi dari seluruh kandungan di dalamnya.

"Mudah-mudahan bisa secepatnya diterjemahkan agar selanjutnya bisa dipublikasikan ke masyarakat," ujarnya.

(orb/orb)