Cerita Temuan Naskah Kuno Milik Warga Sumedang

Cerita Temuan Naskah Kuno Milik Warga Sumedang

Nur Az - detikJabar
Jumat, 30 Sep 2022 09:30 WIB
Naskah kuno di Sumedang yang dimiliki warga.
Naskah kuno yang dimiliki warga di Sumedang. (Foto: Nur Azis/detikJabar)
Sumedang -

Lima buku berisikan naskah kuno masih terpelihara apik di tangan salah seorang warga di Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang. Temuan naskah tersebut diketahui saat momen Milangkala Kecamatan Jatinunggal pada Selasa (27/9/2022).

Hal itu diutarakan Wakil Bupati (Wabup) Sumedang Erwan Setiawan saat dihubungi detikjabar, Kamis (29/9/2022).

"Jadi waktu itu saya menghadiri acara Milangkala Jatinunggal yang ke-19, ada salah seorang warga yang datang menunjukan lima buku berisikan naskah kuno, saat itu kebetulan ada orang dari Perpustakaan Nasional yang turut hadir dalam acara tersebut," ungkap Erwan


Erwan menyebut, sepintas terkait isi dari naskah kuno itu, salah satunya berisikan tentang pesan-pesan moral yang baik bagi masyarakat berkaitan dengan nilai budaya.

Atas temuan tersebut, sambung Erwan, naskah itu rencananya akan dibawa ke perpustakaan nasional untuk diterjemahkan secara detail terkait isi dari seluruh kandungan di dalamnya.

"Mudah-mudahan bisa secepatnya diterjemahkan agar selanjutnya bisa dipublikasikan ke masyarakat," ujarnya.

Erwan berharap kepada warga yang memiliki naskah kuno dapat melaporkan ke Bidang Kebudayaan dari Disparbudpora Sumedang. Sehingga nantinya dapat diterjemahkan isi naskahnya.

"Naskah kuno ini menjadi salah satu kekayaan bagi Sumedang dan di Sumedang ini banyak naskah-naskah kuno seperti yang disimpan oleh warga di Jatinunggal," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan dari Disparbudpora Sumedang Budi akbar menjelaskan, temuan naskah kuno itu berawal dari momen acara Milangkala serta bertepatan pula dengan adanya kunjungan dari Perpustakaan Nasional. Pada saat itu, ada salah seorang warga bernama Acep yang datang dengan membawa naskah kuno.

"Naskah itu kata pemiliknya merupakan warisan peninggalan sesepuhnya yang diwariskan secara turun temurun kepada keluarganya,"ujarnya.

Naskah kuno milik warga di Sumedang.Naskah kuno milik warga di Sumedang. Foto: Nur Azis/detikJabar

Budi menyebut, naskah kuno yang berbentuk lima buah buku serta ditulis dalam huruf pegon tersebut diduga berasal dari abad 16 atau setelah abad 17. Naskah itu ada yang masih dalam bentuk kertas aslinya, tapi ada juga yang sudah berbentuk salinan.

"Jadi pada saat itu oleh orang yang dari pihak Perpustakaan Nasional sudah dicek naskah yang masih dalam kertas aslinya, dengan mengecek tingkat keasamannya dan memang valid naskah kuno, namun ada juga naskahnya yang sudah merupakan bentuk salinan," ungkapnya.

Kendati demikian, Budi meyakini sesepuh dari pemilik naskah kuno tersebut merupakan kaum intelektual pada zamannya. Selain itu, ia meyakini isi kandungan naskah kuno tersebut sangat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan.

"Karena pada abad 16 atau abad 17 tidak semua orang bisa menulis dan yang bisa nulis pada masa itu pasti orang-orang pinter dan yang ditulisnya pasti bermanfaat buat anak cucunya," terangnya.

Budi mengatakan, pihak Perpustakaan Nasional pun pada saat itu sangat mengapresiasi pemilik naskah yang sudah merawat dan menjaga naskah tersebut.

"Selain itu atas temuan naskah tersebut, kami pun mendapat undangan dari Masyarakat Naskah Nusantara untuk hadir dalam acara pelatihan tentang pemeliharaan naskah-naskah kuno pada Oktober 2022 mendatang," paparnya.

Budi menyebut hingga kini total sudah ada 59 naskah kuno yang telah ditemukan di Sumedang, berikut 5 naskah kuno tersebut.

"Untuk yang lima naskah kuno itu saat ini masih dipegang oleh pemiliknya, namun kami sudah meminta izin untuk memfotocopynya," ujarnya.

(orb/orb)