Kampung Cigumentong merupakan sebuah perkampungan terpencil yang berada di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Kendati demikian, kampung ini konon telah ada sejak masa Kerajaan Sumedang Larang.
Berada di tengah hutan dengan dikelilingi oleh kawasan hutan konservasi Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi, Kampung Cigumentong menjadi wilayah timur terluar dari Kabupaten Sumedang. Kampung ini berbatasan dengan Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung atau berjarak 25 kilometer dari Alun-alun Tanjungsari, Sumedang.
NamaCigumentong telah disebut-sebut dalam dokumen dan surat kabar pada masa kolonial Belanda. Seperti ditulis dalam bukuBijblad OpHetStaatsblad VanNederlandschIndie tahun 1940.
Dalam buku tersebut dibahas soal batas wilayah antara Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut. Tiga kampung tercantum di sana, di antaranya Kampung Cigumentong, Cimulu dan Pangeureunan.
Kemudian surat kabar Bintang Timoer edisi Selasa, 15 Oktober 1929 mengabarkan sebuah berita pendek tentang kebakaran yang menimpa sebuah kebun serai seluas 221 tumbak di perkebunan Cigumentong.
Berita lainnya ditulis oleh surat kabar Dekorrier edisi 14 November 1930 atau setahun berselang dari berita kebarakan di Cigumentong yang ditulis oleh Bintang Timoer. Entah ada hubungannya atau tidak?
Dalam tulisannya, Dekorrier mencatatkan sebuah peristiwa tentang penangkapan pelaku pembakaran rumah kaca milik perusahaan di Cigumentong oleh asisten wedana. Tersangkanya bernama Alnasan, warga Dampit, Cicalengka.
Dari catatan-catatan tersebut,Cigumentong syarat disebut sebagai wilayah perkebunan.
(mso/mso)