Harga Minyak Dunia 'Panas', Tembus Level Tertinggi 5 Bulan

Kabar Internasional

Harga Minyak Dunia 'Panas', Tembus Level Tertinggi 5 Bulan

Anisa Indraini - detikJabar
Jumat, 23 Okt 2026 13:31 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Bandung -

Harga minyak dunia kembali "panas". Pada perdagangan Kamis (22/10), harga komoditas ini melonjak sekitar 4% dan menyentuh level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh serangan kelompok Houthi di Arab Saudi yang memicu kekhawatiran pasar akan terganggunya pasokan energi dari Timur Tengah.

Harga minyak mentah Brent tercatat naik US$ 4,35 atau 4% menjadi US$ 113,17 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ikut terkerek naik US$ 2,32 atau 2,4% ke level US$ 99,47 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka penutupan Brent tersebut menjadi yang tertinggi sejak 4 Mei 2026. Secara teknis, Brent juga bertahan di wilayah overbought untuk ketiga kalinya dalam sepekan, yang mencerminkan betapa kuatnya tekanan beli di pasar saat ini.

"Pasar minyak kembali menguat karena adanya tambahan premi risiko yang signifikan terkait serangan baru kelompok Houthi terhadap infrastruktur Arab Saudi, di tengah pembicaraan mengenai kemungkinan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran," kata analis perusahaan energi Ritterbusch and Associates dikutip dari Reuters, Jumat (23/10/2026).

Situasi di lapangan kian memanas. Saudi Aramco bahkan telah menginstruksikan pegawainya untuk mengevakuasi kantor pusat mereka di Dhahran, dekat Bahrain, seiring dengan eskalasi pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi dari Yaman.

Konflik antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Bab el-Mandeb. Wilayah ini merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi pintu masuk Laut Merah.

Analis Morgan Stanley mencatat, ekspor minyak mentah dari Timur Tengah mencapai sekitar 17 juta barel per hari pada pekan lalu. Berdasarkan data Kpler, rata-rata ekspor minyak mentah dari wilayah tersebut mencapai sekitar 18 juta barel per hari dalam 12 bulan sebelum konflik yang melibatkan Iran pecah.

Di sisi lain, perusahaan energi AS, Valero Energy (VLO.N), mencatatkan laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal III-2026. Capaian fantastis ini melampaui ekspektasi pasar, didorong oleh gangguan pasokan bahan bakar akibat perang di Iran dan Ukraina yang secara tidak langsung meningkatkan margin keuntungan mereka.

Artikel ini sudah tayang di detikFinance, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Trump Blokade Kapal Tanker Venezuela"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads