Geliat Ekonomi Pesisir Cirebon, Produksi Ikan Melonjak Drastis

Geliat Ekonomi Pesisir Cirebon, Produksi Ikan Melonjak Drastis

Devteo Mahardika - detikJabar
Rabu, 05 Agu 2026 05:00 WIB
Hasil perikanan di Kabupaten Cirebon.
Hasil perikanan di Kabupaten Cirebon. (Foto: Devteo Mahardika/detikJabar)
Cirebon -

Sektor perikanan Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan performa positif sepanjang 2025. Produksi perikanan budi daya mencatat lonjakan signifikan hingga menembus 7.004.263,8 ton pada Desember 2025, menjadikannya penopang utama pertumbuhan sektor perikanan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir dan pembudi daya ikan.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon menunjukkan tren produksi terus meningkat sepanjang tahun, terutama pada semester kedua. Dibandingkan Januari yang hanya mencapai 3.009.234 ton, capaian Desember meningkat lebih dari dua kali lipat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon Sudiharjo mengatakan, peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa sektor perikanan daerah memiliki prospek yang sangat menjanjikan apabila dikelola secara optimal.

"Peningkatan produksi perikanan ini menjadi indikator bahwa potensi sektor perikanan Kabupaten Cirebon terus berkembang. Kami terus mendorong optimalisasi budi daya dan penguatan sektor perikanan tangkap agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat," ujarnya, Selasa (4/8/2026).

ADVERTISEMENT

Budi Daya Air Payau Mendominasi

Besarnya produksi perikanan budi daya ditopang oleh usaha tambak air payau yang menjadi kontributor terbesar dengan produksi mencapai 4.207.000 ton. Komoditas ini menjadi tulang punggung sektor perikanan Kabupaten Cirebon, mengingat wilayah pesisirnya yang luas dan potensial untuk pengembangan tambak.

Selain itu, budi daya laut turut menyumbang 2.065.000 ton, sedangkan budi daya kolam air tawar menghasilkan 732.263,8 ton sepanjang tahun.

Peningkatan produksi berlangsung secara konsisten sejak September. Pada bulan tersebut produksi tercatat 3.968.303 ton, kemudian naik menjadi 4.833.531,5 ton pada Oktober, meningkat lagi menjadi 5.322.502,4 ton pada November, hingga akhirnya menembus angka lebih dari 7 juta ton pada Desember.

Menurut Sudiharjo, peningkatan produktivitas tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah, mulai dari penerapan teknologi budi daya, peningkatan kualitas pengelolaan usaha, hingga pendampingan kepada para pelaku perikanan.

"Ke depan, kami akan terus melakukan pembinaan kepada pembudi daya ikan dan nelayan agar produktivitas semakin meningkat serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergerak di sektor perikanan," katanya.

Hasil perikanan di Kabupaten Cirebon.Hasil perikanan di Kabupaten Cirebon. (Foto: Devteo Mahardika/detikJabar)

Perikanan Tangkap Tetap Jadi Andalan Nelayan

Di sisi lain, sektor perikanan tangkap juga tetap menjadi penopang penting bagi perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Cirebon. Berbagai jenis alat tangkap yang digunakan nelayan masih menghasilkan produksi yang cukup tinggi sepanjang 2025.

Berdasarkan data DKPP, alat tangkap arad menjadi penyumbang produksi terbesar dengan total hasil mencapai 15.685,31 ton. Posisi berikutnya ditempati trammel net sebanyak 9.728,52 ton, jaring insang tetap sebesar 6.268,71 ton, bubu sebanyak 4.389,65 ton, dan rawai dasar mencapai 1.091,68 ton.

Produktivitas nelayan juga mengalami peningkatan menjelang akhir kuartal ketiga. Produksi menggunakan alat tangkap arad, misalnya, mencapai 1.459,37 ton pada September dan meningkat menjadi 1.539,96 ton pada Oktober, sebelum mengalami penyesuaian pada dua bulan terakhir tahun tersebut.

Sementara itu, produksi menggunakan trammel net juga menunjukkan tren positif. Dari 677,02 ton pada Januari, hasil tangkapan meningkat menjadi 1.016,74 ton pada Oktober, kemudian sedikit menurun menjadi 960,60 ton pada November dan 925,22 ton pada Desember.

Sudiharjo menegaskan, pembangunan sektor perikanan tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pengembangan perikanan budi daya dan penguatan sektor perikanan tangkap akan terus menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

"Perikanan tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga bagaimana sektor ini mampu menciptakan nilai ekonomi bagi nelayan, pembudi daya, dan masyarakat secara luas," pungkasnya.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads