Melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika berdampak besar pada bisnis bengkel otomotif di Cianjur. Turut naiknya harga suku cadang membuat jumlah pelanggan menurun drastis sekaligus membuat omset anjlok.
Yusuf Firmansyah, pemilik bengkel Evogarage mengatakan melemahnya rupiah terhadap dolar yang sempat tembus Rp 18 ribu per 1 dolar Amerika membuat harga suku cadang naik drastis.
Salah satu kebutuhan servis kendaraan yang naik drastis ialah oli, bahkan kenaikannya bisa mencapai Rp 100 ribu dari harga awal.
"Untuk oli mesin mobil biasanya Rp 320 ribu, sekarang harganya Rp 450 ribu untuk satu kompan isi 5 liter," ujar dia, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya beberapa suku cadang terutama yang berasal dari China tidak mengalami lonjakan harga yang signifikan.
"Meskipun sama-sama suku cadang impor, tapi suku cadang buatan cina masih cenderung aman. Naik juga hanya sekitar Rp 10 ribu dari harga biasa," kata dia.
Dia mengatakan kondisi tersebut membuat pemilik mobil menghemat dan menyiasati servis kendarannya dengan tidak mengganti suku cadang.
"Biasanya jadi diperbaiki untuk sementara, padahal harusnya ganti suku cadang yang rusak. Selain itu, jumlah pelanggan yang servis juga jadi menurun, karena dulu cadang mahal dan biaya jasa juga naik," kata dia.
Simak Video "Santap Nikmat di Bawah Curug Cikondang yang Menyejukkan, Cianjur"
(mso/mso)