Tak Melupakan Teman ala Wawan sang 'Profesor Korek Api'

Serba-serbi Warga

Tak Melupakan Teman ala Wawan sang 'Profesor Korek Api'

Rifat Alhamidi - detikJabar
Sabtu, 15 Okt 2022 14:00 WIB
Wawan, tukang servis korek api di Pasar Cikutra, Kota Bandung.
Wawan, tukang servis dan isi ulang korek api gas di Pasar Cikutra, Kota Bandung. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Anwar M Said (56) tidak pernah menyangka usaha jasa isi ulang korek api yang dirintisnya kini bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Padahal awalnya, pria yang akrab disapa Wawan itu tidak memiliki tujuan pasti saat merantau dari Tasikmalaya ke Bandung pada tahun 1990-an.

Sebelum merantau ke Bandung, Wawan bercerita ia harus berjualan asongan di Tasikmalaya untuk menghidupi keperluan pribadinya saat masih bujangan. Wawan sadar, ia tak bisa mengandalkan dari orang tua karena kondisi ekonomi mereka pun masih serba kekurangan.

Akhirnya, Wawan memutuskan menjadi pedagang asongan di jalan saat masih di Tasikmalaya. Pilihan itulah yang mengantarkan Wawan bertemu teman seprofesi yang turut mengajarkannya teknik mengisi ulang korek api gas. Kelak melalui ajaran temannya itu, Wawan kini bisa membuka kios jasa isi ulang korek api sendiri di tempat perantauannya.


"Jadi dulu pas masih jualan asongan di Tasik, saya punya temen, pedagang juga. Karena seneng ngelihat temen bisa ngisi ulang korek, akhirnya saya minta diajarin gimana caranya. Diajarin lah, dari situ saya mulai bisa ngisi gas," kata Wawan kepada detikJabar di lapaknya di Pasar Cikutra, Kota Bandung, belum lama ini.

Kontribusi temannya itu yang membuat Wawan lalu berani merantau ke Bandung dari Tasikmalaya. Saat merantau tahun 1990-an, Wawan langsung menjajal peruntungan membuka jasa isi ulang korek api bermodal apa yang diajarkan temannya saat masih menjadi pedagang asongan.

Perlahan, Wawan mulai mendapat pelanggan dari usaha jasa isi ulang korek apinya itu. Meskipun awalnya, Wawan harus membangun semua dari nol. Tapi karena ketekunannya, usaha itu bisa ia jalankan hingga sekarang.

"Tapi sekarang saya juga nggak tahu dia ada di mana. Syariatnya kalau nggak ada dia, saya mungkin nggak bisa kayak sekarang," ungkapnya.

Meski sukses menggeluti usahanya, Wawan pernah mengalami titik terendah saat berada di perantauan. Ia pernah tidak bisa membayar uang kontrakan, bahkan harus meminjam kredit kepada bank keliling untuk kebutuhan sehari-harinya.

Namun, Wawan punya prinsip jangan pernah mengeluh terhadap kondisi apapun. Prinsip itulah yang selalu ia pegang, meski harus memulai menjalankan usahanya dari bermodal lapak bekas botol air kemasan hingga seperti sekarang.

"Yang penting mah disyukuri. Terus, orang tua saya juga selalu berpesan kalau usaha harus jujur ke pelanggan. Itu yang saya terapin, saya nggak mau matok harga mahal-mahal kalau pelanggan nggak manjang. Kecil nggak apa-apa yang penting bisa dipercaya sama orang," tuturnya.

Selama 20 tahunan menggeluti usaha jasa isi ulang korek api, Wawan bisa menyekolahkan anak-anaknya. Anak kedua dari 7 bersaudara itu juga kini sudah memiliki cucu. Selain itu, Wawan turut membawa adik-adiknya supaya bisa membangun usaha bersamanya.

Terhitung, ada dua adik yang ia bawa ke Bandung. Kini, mereka juga sukses menjalankan usahanya masing-masing, bahkan sudah memiliki rumah tetap di perantauan.

"Ada adik saya dua yang saya bawa ke Bandung. Sekarang udah pada berkeluarga, udah punya rumah sendiri-sendiri. Saya selalu kasih tahu ke mereka, kalau usaha harus amanah. Rezeki mah kan sudah ada yang ngatur yah, yang penting kitanya bisa dipercaya sama orang lain," pungkasnya.

(ral/orb)