Kisah Aula Trisna Imam dan Gugurnya 2 Petugas Damkar Bandung

Kisah Aula Trisna Imam dan Gugurnya 2 Petugas Damkar Bandung

Sudirman Wamad - detikJabar
Minggu, 02 Okt 2022 13:30 WIB
Nama petugas yang gugur diabadikan menjadi nama aula di Kantor Diskar PB Bandung.
Nama petugas yang gugur diabadikan menjadi nama aula di Kantor Diskar PB Bandung (Foto: Sudirman Wamad/detikJabar).
Bandung -

Lima tahun lalu, tepat di bulan September, dua petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung meninggal dunia. Sang pejuang kemanusiaan itu gugur saat bertugas.

Dua petugas yang gugur itu bernama Trisna Supriatna dan Imam Taufik Hidayat. Nama kedua almarhum diabadikan. Aula di Diskar PB Kota Bandung menggunakan nama Trisna Imam. Aula ini berada di lantai tiga. Berdekatan dengan call center. Semangat dan jiwa keduanya masih melekat di Diskar PB Kota Bandung.

Gugurnya Trisna dan Imam itu menjadi catatan hitam. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi petugas lainnya. "Kejadian yang paling memukul adalah gugurnya dua anggota kita, Imam dan Trisna. Jelas ini tak bisa kita lupakan," kata Danton 1 Diskar PB Kota Bandung Sholihuddin saat berbincang dengan detikJabar belum lama ini.


Sholihuddin menceritakan Trisna dan Imam gugur saat berjuang memadamkan api pada 2017 silam. Saat itu, kebakaran melanda gudang pabrik tekstil di Kecamatan Mandalajati.

"Kejadian itu saat pendinginan. Setelah api padam, pendinginan. Kemudian, pagar setinggi 12 meteran roboh menimpa kedua teman kita," kata Sholihuddin.

Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit. Trisna meninggal dunia saat menjalani perawat di salah satu rumah sakit. Kemudian, Imam meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit yang berbeda.

Trisna dan Imam memang telah tiada. Tapi, Sholihuddin menegaskan keduanya tetaplah keluarga Diskar PB Kota Bandung. Memang tak ada peringatan khusus untuk mengenang keduanya. Keduanya yang dijadikan nama aula adalah salah satu bukti ikatan keluarga yang begitu kuat.

Senada disampaikan, petugas Operator Peleton 1 Diskar PB Kota Bandung M Nazrul. "Kita rutin berkunjung ke keluarganya. Memberi santunan. Urunan dan lainnya. Setiap September, ya kemarin kita lakukan," kata Nazrul.

(sud/mso)