Isi Ulang Korek Api yang Hasilkan Cuan Ratusan Ribu Sehari

Serba-serbi Warga

Isi Ulang Korek Api yang Hasilkan Cuan Ratusan Ribu Sehari

Rifat Alhamidi - detikJabar
Sabtu, 15 Okt 2022 10:00 WIB
Wawan, tukang servis korek api di Pasar Cikutra, Kota Bandung.
Wawan, tukang servis dan isi ulang korek api di Pasar Cikutra, Kota Bandung. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Anwar M Said (56) sudah 20 tahun lebih menekuni usaha jasa servis isi ulang korek api gas. Warga Tasikmalaya itu memulai usahanya ketika memutuskan merantau ke Bandung awal tahun 1990-an.

Meski terbilang tak biasa, pria yang akrab disapa Wawan ini tetap menekuni usahanya. Bagaimana tidak, bagi kebanyakan orang, korek api hanya berupa benda sekali pakai dan akan dibuang ketika sudah habis penggunaannya ataupun sudah rusak.

Namun lewat polesan tangannya, korek api yang tak pernah dilirik orang itu malah mendatangkan keuntungan cukup menggiurkan. Pasalnya, dalam sehari, Wawan bisa meraup pundi rupiah hingga Rp 300 ribu dari jasa servis tersebut.


"Keuntungan sehari ya alhamdulillah. Bisa Rp 200-300 ribu. Kalau lagi rame kayak sebelum pandemi itu bisa Rp 400 ribu sehari," kata Wawan saat ditemui detikJabar di lapaknya yang berlokasi di Pasar Cikutra, Kota Bandung, Jumat (14/10/2022).

Keuntungan itu memang tak hanya didapat Wawan dari usaha isi ulang korek api. Sebab, Wawan juga membuka jasa reparasi jam tangan hingga kacamata. Namun tetap saja, berkat isi ulang korek api itu ia bisa mendapat kepercayaan dari para pelanggannya.

Untuk sekali isi ulang korek api secara penuh, Wawan mematok tarif Rp 1.500 hingga Rp 2.000. Sedangkan jasa reparasi jam tangan hingga kacamata, ia mematok harga Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.

"Kalau gas, sehari paling bisa 30-40, paling banyak juga 50 yang minta diisi ulang. Kadang ada yang bawa banyak, ada yang buat dijual lagi sama orangnya atau dipakai sendiri. Tapi kalau saya mah, isi gas buat yang dipake sendiri aja. Nggak ada yang dijual lagi," ujar Wawan.

Wawan, tukang servis korek api di Pasar Cikutra, Kota Bandung.Wawan, tukang servis korek api di Pasar Cikutra, Kota Bandung. Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar

Utamakan Kepuasan Pelanggan

Selama menekuni profesinya, Wawan punya prinsip harus memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. Ia paling enggan mematok tarif reparasi dengan harga mahal. Ia bahkan memberikan garansi.

"Rata-rata saya kasih garansi kalau buat ganti baterai jam. Kalau belum setahun udah rusak lagi, bisa diganti di sini, gratis biayanya. Yang ngisi gas juga gitu, gratis dikasih. Buat apa? Supaya pelanggan saya juga puas, saya juga amanah usahanya," ungkapnya.

Karena prinsip itu, Wawan punya pelanggan setia. Pelanggannya juga bukan hanya dari warga sekitar saja. Misalnya ada yang berasal dari Antapani dan Ujungberung. Padahal daerah itu cukup jauh dari lapak usaha yang Wawan buka di Pasar Cikutra.

"Kadang kalau saya nggak buka, sampe nggak jadi itu mau betulin jam. Padahal kan banyak yah yang buka lapak gini, tapi datangnya ke saya aja," tuturnya.

Wawan juga selalu bersyukur meski usahanya hanya melayani jasa dengan mematok harga terjangkau. Namun ketika itu ditekuni, ia bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang terbilang cukup untuk menghidupi keluarganya dari usaha tersebut.

"Prinsip saya mah walaupun kecil, yang penting disyukuri. Kan kalau dikumpulin mah bisa besar. Tapi yang jelas, pelayanan ke pelanggan tetap yang paling utama. Jangan sampai pelanggan dikecewakan," pungkasnya.

(ral/orb)