Perempuan Inspiratif Jabar

Kisah Bu Menon, Driver Ojol dan Penyelamat Kucing di Bandung

Bima Bagaskara - detikJabar
Sabtu, 14 Mei 2022 08:00 WIB
Kusmiati Bu Menon driver ojol sekaligus penyelamat kucing di Bandung.
Kusmiati 'Bu Menon' driver ojol sekaligus penyelamat kucing di Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Waktu menunjukkan pukul 08.30 WIB. Dari balik pagar besi, seorang wanita tampak sedang bersiap diri. Wanita itu bernama Kusmiati. Profesinya pengemudi ojek online.

Dari rumahnya yang berada di Jalan Batik Pekalongan, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Kusmiati mulai mengeluarkan sepeda motor matic dari teras rumah. Sebelum itu, ia menyempatkan diri menemui kawan-kawannya.

Bukan rekan seprofesi atau tetangganya. Kawan Kusmiati tersebut ialah kucing yang berkeliaran di sekitar lingkungan rumahnya. Ia kemudian memanggil kucing-kucing tersebut sembari menggenggam botol air mineral berisikan makanan kucing.


"Meng meng meng meng meng meng," teriak wanita yang akrab disapa Bu Menon ini sambil sesekali membunyikan botol air mineral berisi makanan kucing yang dibawanya.

Mendengar Bu Menon berteriak, kucing-kucing liar langsung mendekat dengan tingkah manjanya. Bu Menon lantas segera membuka botol yang dibawanya dan memberikan makanan kepada kawan-kawannya itu.

Selanjutnya, Bu Menon bergegas berangkat dari rumahnya untuk bekerja. Meski berprofesi sebagai pengemudi ojol, namun hari itu ia tidak akan mengantar maupun mencari penumpang.

Bu Menon hendak menuju sebuah rumah penitipan hewan untuk membawa kucing yang ada di sana ke klinik hewan. Ya, Bu Menon memang memiliki pekerjaan lain selain pengemudi ojol. Ia membuka jasa antar jemput kucing.

Kusmiati 'Bu Menon' driver ojol sekaligus penyelamat kucing di Bandung.Kusmiati 'Bu Menon' driver ojol sekaligus penyelamat kucing di Bandung. Foto: Wisma Putra/detikJabar

DetikJabar berkesempatan untuk berbincang dengan Bu Menon di sela kegiatannya menjadi pengantar jemput kucing. Bu Menon menceritakan awal mula dirinya mulai menekuni profesi tersebut.

"Tahun 2017 saya mulai jadi pengemudi ojol. Tapi kalau untuk antar jemput kucing ini baru di tahun 2018. Waktu itu awalnya ada pelanggan yang minta anterin kucing ke klinik lewat aplikasi. Tapi karena ada aturan dari kantornya enggak boleh bawa binatang, jadi saya minta dia buat offline aja gitu," kata Bu Menon di awal perbincangan.

Bu Menon awalnya tidak pernah terbayang bakal menekuni profesi pengantar jemput kucing. Namun seiring banyaknya pelanggan yang memakai jasanya, ia terus menekuni hal tersebut hingga sekarang.

Kucing yang diantar ke klinik biasanya akan divaksinasi atau disterilisasi. Tentunya jasa yang ditawarkan Bu Menon tidak gratis. Ia mematok tarif sama dengan tarif yang berlaku dalam aplikasi ojek online.

Menariknya, pemasukan yang didapat dari antar jemput kucing itu tidak semua digunakan Bu Menon untuk keperluan pribadinya. Ia menyisihkan sebagian rezekinya itu untuk membeli makanan hingga menyelamatkan kucing.

Bu Menon memang sering menyelamatkan kucing di jalanan yang membutuhkan pertolongan. Paling banyak, Bu Menon membawa kucing yang tertabrak kendaraan.

Meski tahu menolong kucing yang terluka membutuhkan biaya tak sedikit, namun Bu Menon ikhlas membawa kucing-kucing malang itu ke klinik. Ia terkadang harus menggunakan uang pribadinya untuk biaya pengobatan kucing.

Namun adakalanya Bu Menon kebingungan membayar biaya pengobatan kucing. Untungnya, ia sudah kenal dekat dengan sejumlah klinik hewan. Klinik hewan itu turut membantu Bu Menon dengan meringankan biaya pengobatan.

Kusmiati 'Bu Menon' driver ojol sekaligus penyelamat kucing di Bandung.Kusmiati 'Bu Menon' driver ojol sekaligus penyelamat kucing di Bandung. Foto: Wisma Putra/detikJabar

Meski begitu, tetap saja Bu Menon sering dibuat pusing akan biaya untuk mengobati kucing liar yang tertabrak maupun yang sakit. Tapi, karena ikhlas dan rasa cintanya kepada kucing, Bu Menon tidak pernah patah semangat melanjutkan langkahnya.

"Suka dukanya ya soal biaya. Pernah satu hari itu ada tiga ekor kucing yang tertabrak, saya bawa ke klinik dan biayanya itu sampai Rp 6 juta untuk pengobatan. Uang dari mana kan saya sebanyak itu," ungkapnya.

"Tapi untungnya saya dekat dengan klinik, dikasih diskon. Kemudian saya gabung juga ke forum-forum di sosial media, saya coba buka donasi buat pengobatan kucing itu, alhamdulilah ada aja yang baik hati menyumbang. Intinya yang penting saya tolong dulu, soal biaya pasti ada jalannya," sambung Bu Menon.



Simak Video "Cikancung Bandung Banjir, Bikin Banyak Motor Mogok"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/ors)