Ridwan Kamil Tawarkan Proyek Investasi Senilai Rp59 T di Jabar

Ridwan Kamil Tawarkan Proyek Investasi Senilai Rp59 T di Jabar

Wisma Putra - detikJabar
Kamis, 06 Okt 2022 03:00 WIB
Ridwan Kamil dan Kepala Bank BI Jabar Herawanto
Ridwan Kamil dan Kepala Bank BI Jabar Herawanto (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta bupati dan wali kota di Jabar agar segera menggelar karpet merah untuk investor yang tertarik berinvestasi di wilayahnya. Menurut pria yang karib disapa Kang Emil ini, tahun depan akan menjadi tahun yang berat karena ekonomi global akan melambat.

"Tahun depan semua ekonomi global akan melambat, bahkan resesi, kita harus ancang-ancang dari sekarang," kata Kang Emil usai membuka West Java Investment Summit (WJIS) 2022 di Trans Hotel Bandung, Rabu (5/10/2022).

Kang Emil mengungkapkan, ekonomi ada empat ukurannya, yakni investasi, ekspor, daya beli masyarakat dan belanja pemerintah.


"Jadi kalau daerah-daerah ini paham, bahwa seperempat dari kekuatan ekonomi yang menjaga ekonomi kita adalah investasi tolong dari sekarang kaya Pak Gubernur nya, pro aktif, door to door, datengin, berikan karpet merah, layani," ungkap Kang Emil.

Kang Emil menyebut, minimal setiap daerah bisa dapat Rp 1 triliun dari investasi yang dilakukan di wilayahnya. Seperti Kabupaten Sumedang pada tahun 2021 yang mendapatkan Rp 4 triliun dari investasi wilayahnya. Banyaknya investor juga, berdampak pada banyaknya lapangan kerja baru.

"Karena Rp 1 triliun uang masuk, kurang lebih ada 1.000 an lapangan pekerjaan. Jadi kalau wali kota dan bupati nya ketok pintu kaya tadi Sumedang tahun kemarin kalau tidak salah mendatangkan Rp 4 triliun, berarti empat ribuan warganya mendapatkan pekerjaan," katanya.

Kang Emil juga menuturkan, untuk mengundang investasi tersebut pihaknya meminta agar kepala daerah di Jabar rajin komunikasi.

Seperti yang dilakukannya bersama Bank Indonesia Jabar, dalam WJIS 2022 ini sejumlah investor didatangkan, di antaranya investor dari Italia, Swedia, Abu Dhabi, Singapura, Inggris, Australia, Tiongkok dan lainnya.

Tak tanggung-tanggung, orang nomor satu di Jawa Barat ini menargetkan investasi dari berbagai proyek di Jabar mencapai Rp59 triliun.

"Tahun ini fokus pada food security dan energi, Bapak Presiden sudah menugaskan saya untuk mencari solusi krisis pangan dan krisis energi. Jawa Barat menawarkan kedatangan teknologi, kedatangan investasi untuk mendatangkan investasi tadi. Total proyek yang akan didatangkan tahun ini Rp 59 triliun, mudah-mudahan ini bisa disambut oleh investor dalam dan luar negeri," jelasnya.

BI Siap Jawab Tantangan Global

Sementara itu, Kepala BI Jabar Herawanto mengatakan, fokus WJIS 2022 yakni food security dan renewable energy. Menurutnya, langkah ini menjawab tantangan global yang berdampak pada peningkatan harga pangan dan energi.

"Lebih dalam mengenai investasi pada food security, merupakan langkah Bank Indonesia Jawa Barat guna semakin memperluas implementasi Ekosistem Ketahanan Pangan Terintegrasi (Pangsi)," katanya.

Food security dan renewable energy menurut Herawanto, merupakan salah satu langkah Jawa Barat dalam menjawab tantangan global yang berdampak pada peningkatan harga pangan dan energi.

"Pada akhirnya, langkah tersebut akan turut menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mengantisipasi tekanan inflasi, baik dalam jangka pendek maupun secara struktural," katanya.

(wip/yum)