Ada Tiga Flyover Lagi yang Akan Dibangun di Bandung, Ini Lokasinya

Ada Tiga Flyover Lagi yang Akan Dibangun di Bandung, Ini Lokasinya

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 05 Okt 2022 19:30 WIB
Flyover Kopo di Bandung
Flyover Kopo Bandung (Foto: Dok. Kementerian PUPR).
Bandung -

Pemerintah telah merencanakan tiga pembangunan flyover atau jalan layang lagi di Kota Bandung. Dua flyover dibangun dari anggaran Kementerian PUPR, satu laginya bersumber dari Kemenhub.

Dua flyover yang dibangun dari anggaran Kementerian PUPR itu direncanakan di Jalan Soekarno Hatta-Buahbatu, dan Jalan Abdurahman Saleh-Garuda atau kawasan Nurtanio. Pemerintah pusat tengah mengupayakan pembebasan lahan untuk flyover Nurtanio atau Garuda. Pembangunan flyover ini secara anggaran dibantu Pemprov Jabar.

"Buahbatu pengadaan lahan oleh Pemprov Jabar, dan Nurtanio tahun ini pembebasan lahan. Ini sedang appraisal (penilaian) dengan koordinasi Pemkot Bandung untuk percepatan penlok (penetapan lokasi)," kata Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Provinsi Jabar Kementerian PUPR Dedy Haryadi usai menghadiri Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Rabu (5/10/2022).

Dedy mengatakan pembangunan flyover Nurtanio bakal lebih didahulukan ketimbang Buahbatu. Sebab, pembangunan flyover Buahbatu masih menunggu perkembangan dari Pemprov Jabar.


Sementara itu, pemerintah telah menyiapkan uang ganti rugi untuk warga yang terdampak pembangunan flyover Nurtanio. "Nurtanio, uang ganti rugi dipersiapkan. Januari (2023) bisa dibayar setelah itu tender dan pengerjaan," kata Dedy.

Dedy mengatakan setelah pembayaran uang ganti rugi rampung, proses lelang langsung dilakukan. Pembangunan ditargetkan bakal dilakukan pada Mei 2023.

"Estimasi kuartal kedua 2024 (selesai pengerjaan). Jadi, 14 bulan pengerjaan pelaksanaannya," kata Dedy.

"Ini upaya mengatasi kemacetan dan membantu percepatan KCIC (Kereta Cepat Indonesia China ). Kalau sudah beroperasi, ini bisa jadi feeder dari Padalarang ke Cileunyi," kata Dedy menambahkan.

Dedy mengatakan flyover Nurtanio bakal melintasi rel kereta api dari Jalan Abdurahman Saleh-Garuda. "Nurtanio total pelaksanaan 937 meter. Tapi, bentang konstruksi flyover 210 meteran. Jadi, estimasinya sekitar Rp 176 miliar," ucap Dedy.

Sementara itu, satu flyover lainnya yang direncanakan adalah Ciroyom. Jembatan layang atau Flyover Ciroyom akan dibangun untuk mendukung proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Sebelumnya, Sekda Kota Bandung Ema Sumarna beserta sejumlah pejabat dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) telah meninjau rencana pembangunan flyover Ciroyom, Selasa (15/2). Imbasnya, ratusan kios hingga pemukiman penduduk yang berdiri di pinggiran bantaran rel kereta api dipastikan akan digusur oleh proyek tersebut.

"Melihat dari targetnya, ini (flyover) harus berjalan tahun ini. Makanya sekarang kita harus optimal sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat, untuk masyarakat yang tinggal di sana akan didata terlebih dulu," kata Ema.

Rencananya, Flyover Ciroyom akan memakan lahan sekitar 10 ribu meter persegi. Flyover ini akan membentang sepanjang 700 meter di atas Jalan Arjuna mulai dari Jalan Subadyo, kemudian melingkar ke arah Selatan, tepatnya ke Jalan Ciroyom, Kota Bandung.

"Ada beberapa area yang harus kita bebaskan lahannya. Banyak masyarakat yang melakukan aktivitas usaha, ada juga rumah-rumah warga. Ini harus kita pastikan dulu skema relokasinya seperti apa. Jangan sampai masyarakat itu dirugikan," ucap Ema.

Flyover Kopo Akan Dipercantik

Pemerintah memastikan bakal mempercantik flyover Kopo di Kota Bandung sebelum diresmikan. Gubernur Jabar Ridwan Kamil dilibatkan untuk mempercantik flyover atau jalan layang Korea tersebut.

"Arahan Pak Menteri kemarin akan ada beautifikasi (mempercantik) Kopo. Karena, kalau siang agak flat ya. Makanya diperbagus. Nanti didesain oleh gubernur (Ridwan Kamil)," kata Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Provinsi Jabar Kementerian PUPR Dedy Haryadi usai menghadiri Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Rabu (5/10/2022).

Dedy menerangkan peresmian akhir akan dilakukan setelah flyover Korea dipercantik. Sebelumnya, pemerintah telah meresmikan flyover Korea secara fungsional, atau diresmikan secara fungsi untuk bisa digunakan. Sementara itu, persemian secara final pengerjaan flyover belum dilakukan.

Namun, ia tak menjelaskan secara rijit detail pengerjaan ttentang mempercantik flyover Korea itu. Sementara itu, sebelumnya warga sempat memprotes soal tugu sepatu hingga tulisan selamat datang di kawasan Cibaduyut.

"Jadi biar tuntas dulu," kata Dedy.

Dedy juga memastikan adanya flyover mampu mengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur Kopo. Namun, Dedy tak menampik bakal ada pembenahan dari arah utara dan Cibaduyut.

"Siklus lalu lintas ini akan kita hitung kembali," ucap Dedy.

(sud/mso)