Pusat Belanja Pantai Pangandaran yang Ditinggal Pembeli dan Pedagang

Pusat Belanja Pantai Pangandaran yang Ditinggal Pembeli dan Pedagang

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Senin, 03 Okt 2022 01:01 WIB
Kondisi Pusat Belanja Pangandaran.
Kondisi Pusat Belanja Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar).
Pangandaran -

Pusat Belanja di kawasan wisata Pantai Pangandaran sepi pengunjung. Kondisi itu dikeluhkan para pedagang.

Pantauan detikJabar pada Minggu (2/10/2022) siang pusat belanja di Nanjung Asri terlihat sepi pembeli. Pengunjung yang datang masih bisa dihitung jari.

Pusat Belanja Nanjung Asri merupakan hasil relokasi pedagang dari pesisir pantai Pangandaran pada tahun 2016. Mereka adalah para pedagang baju, souvenir dan pedagang lainnya.


Salah seorang pedagang Anjar (36) mengungkapkan upaya relokasi yang dilakukan pemerintah kala itu sempat mendapat penolakan. Namun akhirnya para pedagang rela untuk dipindah ke lokasi yang baru.

"Tapi sekarang pengunjung ke pusat belanja ini malah sepi, bahkan banyak pedagang yang gulung tikar," ucapnya.

Ia mengatakan ada berbagai faktor yang membuat para pedagang di pusat belanja itu sepi. Pertama karena wisatawan lebih memilih belanja di lokasi paling dekat dengan pantai.

"Pusat belanja ini ada dua tingkat, untuk lantai bawah dan lantai atas memiliki kategori pedagang yang sama sehingga pembeli bakalan lebih memilih yang di bawah," katanya.

Selain itu lokasinya saat ini sudah mulai kumuh, banyak ruko yang tutup dan tidak layak untuk berjualan.

"Banyak yang ganti jenis usahanya, misalkan ke rental sepeda, usaha bidang lain dan bekerja," ucapnya.

Hasil penelusuran DetikJabar di Pusat Belanja Nanjung Asri, sudah tidak ada lagi pedagang yang berjualan di lantai 2. Selain itu pedagang di lantai 1 hanya tersisa ruko yang paling depan.

Menulusuri ke lantai 2, kondisinya sangat menghawatirkan. Terdapat banyak sampah dan bau pesing.

Sebagian halaman ruko dimanfaatkan untuk menggantung baju dan pakaian basah. Pedagang di pusat belanja memang sangat beragam, karena itulah Anjar berharap ada kategori setiap lantainya.

"Kalo misalkan di lantai 1 khsusus pedagang, warung dan rumah makan, maka lantai 2 khusus pakaian. Sehingga bisa memberikan pilihan kepada pembeli atau wisatawan," katanya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM Pangandaran Tedi Garnida mengakui banyak pedagang yang gulung tikar di Pusat Belanjar tersebut.

"Memang banyak faktor yang membuat relokasi pedagang jadi sepi saat ini, salah satunya daya beli masyarakat menurun," ucapnya.

Ia mengatakan, saat itu pemkab Pangandaran hanya menyiapkan relokasi untuk para pedagang yang berjualan di pesisir pantai.

"Dulu memang harapannya bisa menjadi pusat belanja, tapi saat ini di luar ekpektasi," ucapnya.

Tedi mengatakan pemkab Pangandaran sudah berupaya melakukan upaya demi menarik wisatawan agar belanja di lokasi tersebut. "Kami sudah bantu flyover yang menghubungkan ke pusat relokasi," katanya.

Menurut Tedi relokasi pedagang itu merupakan aset Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran.

Saat dikonfirmasi Kadisparbud Pangandaran Tonton Guntari mengatakan akan mengkaji ulang soal keberadaan pusat belanja tersebut.

"Kami akan mengkaji ulang, hal apa saja yang memang buat relokasi itu sepi pembeli. Tapi butuh waktu," ucapnya.

(mso/mso)