Zulhas Sebut Ekspor Dagang Surplus USD 24,89 M Berkat Sektor Tekstil

Nur Azis - detikJabar
Sabtu, 13 Agu 2022 12:52 WIB
Mendag Zulhas lepas ekspor TPT ke beberapa negara.
Foto: Mendag Zulhas lepas ekspor TPT ke beberapa negara (Nur Azis/detikJabar).
Sumedang -

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan melepas ekspor hasil Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Kabupaten Sumedang, Sabtu (13/8/2022) pagi.

Ekspor berupa produk benang tersebut akan dikirim ke 5 negara. Di antaranya, Chennai (India), Gdansk (Polandia), Penang (Malaysia), Tallin (Estonia) dan Wilhelmshaven (Jerman).

Zulkifli Hasan atau yang biasa disapa Zulhas dengan didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir beserta pihak lainnya, menyempatkan diri untuk berkeliling melihat-lihat proses produksi pertekstilan, di antaranya benang, kain dan produk tekstil lainnya.


Zulhas menyatakan, ekspor dagang Indonesia mengalami surplus tertinggi sepanjang sejarah hingga mencapai USD 24,89 miliar pada Juli 2022. Salah satunya kontribusi dari sektor tekstil.

"Bulan kemarin ekspor dagangnya tinggi sepanjang sejarah USD 24,89 miliar ya karena ini ekspor ini (tekstil)," ungkap Zulhas kepada wartawan seusai acara simbolis pelepasan ekspor tersebut.

Selain itu, Zulhas juga menyebut bahwa ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,44 persen pada Juli 2022 lalu. Angka itu diklaimnya sebagai salah satu tertinggi di dunia.

"Pertunbuhan ekonomi kita salah satu tertinggi di dunia, dalam keadaan pandemi, dalam keadaan dunia seperti ini ekonomi kita masih tumbuh 5,44 persen, juga karena sektor ini (tekstil)," ujarnya.

Zulhas berharap keberadaan industri besar dan industri kecil menengah (IKM) dapat terus bersinergi.

"Oleh karena itu Bupati Sumedang dan semua Pemerintah Daerah harus mendukung sama-sama karena akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi dan surplus perdagangan kita," paparnya.

Sementara itu, Head of Government and Industry Relations API Nia Alamanda menjelaskan dalam rangka pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19, indusri TPT menjadi industri prioritas berskala nasional yang menopang perekonomian bangsa.

"Selain itu juga menciptakan lapangan kerja serta menjadi sumber devisa negara. Terkait hal itu maka API menjembatani serta menginisiasi menteri perdagangan untuk mengadakan dialog bersama di PT. Kwalram," terangnya.

Nia menambahkan, pihaknya berharap dengan adanya dialog serta pelepasan ekspor oleh menteri perdagangan, dapat berkontribusi bagi perekonomian nasional.

"Dengan adanya dialog serta pelepasan ekspor yang secara resmi dilepas menteri perdagangan, API berharap mampu berkontribusi positif bagi perekonomian nasional terutama melalui sektor Industri TPT," ucapnya.

(mso/mso)