Kekhawatiran Penjual Makanan yang Andalkan Aplikasi Ojol

Cornelis Jonathan Sopamena - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 17:51 WIB
ojol
Ilustrasi ojol. (Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Bandung -

Kenaikan tarif ojek online (ojol) ternyata memberikan dampak bagi hampir semua masyarakat yang menggunakan layanan tersebut, termasuk mitra resto. Peningkatan tarif ojol sendiri akan efektif Minggu 14 Agustus 2022.

Menawarkan banyak promo menarik, baik potongan harga makanan maupun ongkos kirim (ongkir), ojol kerap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia yang ingin membeli makanan tanpa perlu keluar rumah. Di lain sisi, mitra resto banyak yang terbantu layanan pesan-antar makanan ini.

Kendati demikian, kenaikan tarif ojol dinilai dapat menurunkan tingkat penjualan restoran. Wakil Kepala Toko Makaroni Ngehe (Mahe) cabang Charlie Bandung, Jeni (26) memprediksi penjualan Mahe akan menurun. Ia pun berharap ada bantuan berbentuk program diskon dari pihak aplikasi.


"Oh pasti itu, pasti bakal menurun kalau harganya naik. Paling ditambahin diskon sih dari pihak (pengelola ojek online), karena ini pasti memengaruhi juga ke penjualannya kalau misalkan naik mah," ucap Jeni kepada detikJabar saat ditemui di lokasi, Kamis (11/8/2022).

Apalagi, pihak Mahe juga baru menaikkan harga makanannya, baik harga di aplikasi maupun di toko. Alhasil, ia yakin penjualan akan menurun jika ongkir pesan-antar makanan meningkat.

"Kebetulan kita juga baru naik nih harganya, otomatis kalau nanti naik ongkosnya juga, pasti berdampak juga sih ke penjualannya," tutur Jeni.

Terkait promo ongkir, Jeni menyatakan mitra resto tidak mengeluarkan biaya untuk bisa berpartisipasi. "Nggak sih, itu udah ditanggung sama ojek onlinenya biasanya," pungkas Jeni.

Sependapat dengan Jeni, karyawan Baso Tahu Imam, Nanda (21) pun yakin kenaikan tarif ojol akan menurunkan penjualan. "Pastinya turun sih, kang," ucap Nanda di lokasi, Kamis (11/8/2022).

Feri (31), salah satu driver ojol yang tengah berada di lokasi pun turut berkomentar terkait kenaikan tarif ojol yang kemungkinan berimbas pada mitra resto.

"Paling pindah aplikasi sebelah, karena konsumen sekarang mah kan cari yang murah," tuturnya.

(orb/orb)