Kiasah Ajay Datang dari Garut Demi Cuan Jual Bendera di Cimahi

Whisnu Pradana - detikJabar
Rabu, 10 Agu 2022 02:30 WIB
Deretan bendera merah putih yang dijual warga Garut di Cimahi
Deretan bendera merah putih yang dijual warga Garut di Cimahi (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Cimahi -

Kota Cimahi, Jawa Barat, jadi salah satu daerah tujuan para pedagang pernak-pernik HUT ke-77 RI. Kebanyakan para pedagang aksesori seperti bendera hingga umbul-umbul datang dari Garut.

Seperti dilakoni Ajay Firmansyah (32). Pria asal Garut itu selalu menjajal peruntungannya berjualan bendera dan pernak-pernik untuk memeriahkan HUT RI dengan datang ke Kota Cimahi. Tahun ini, jadi tahun ke lima Ajay berjualan bendera di Cimahi.

"Setiap tahun selalu jualan di sini (Kota Cimahi), langsung berangkat dari Garut. Biasanya mulai datang itu sekitar tanggal 30 Juli," tutur Ajay kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).


Awalnya Ajay bisa datang ke Cimahi demi berjualan bendera merah putih menjelang HUT RI diajak temannya. Ternyata perjuangannya tak sia-sia karena Ajay meraup cuan yang lumayan.

"Ternyata laku, ya akhirnya selalu bolak-balik ke Cimahi kalau menjelang HUT RI. Untuk benderanya bikin sendiri di Garut, selain jualan di sini (Cimahi) keluarga juga jualan di Garut," kata Ajay.

Selama di Cimahi, Ajay menggelar lapak dagangnya di Jalan Amir Machmud. Jalan itu dipilih Ajay lantaran merupakan jalur arteri yang dilintasi pengendara. Tahun ini ia membawa 30 kodi bendera merah putih untuk dijajakan di Kota Cimahi.

"Kalau harga bervariasi antara Rp 20 ribu sampai Rp 200 ribu, tergantung ukuran dan jenis variasi benderanya. Targetnya tahun ini bisa dapat Rp 8 juta. Alhamdulillah sehari bisa dapat Rp 500 ribu," ucap Ajay.

Selama berjualan bendera di Cimahi, Ajay dan teman-temannya memutuskan untuk mengontrak rumah bersama-sama. Hal itu dilakukan agar pengeluaran bisa ditekan dan berbagi kebersamaan.

"Karena ada beberapa yang datang dari Garut, jadi di Cimahi kita ngontrak kamar kecil yang penting bisa buat istirahat. Jadi sistemnya patungan, yang penting bareng-bareng cari nafkah," ungkap Ajay.

Ajay sedikit mengenang momen dua tahun belakangan kala COVID-19 menyerang. Saat itu jualannya hancur lebur. Tak ada untung, meskipun setidaknya ia bisa menutup modal produksi bendera.

"Ya memang agak sedih itu tahun lalu, sejak 2020 lah waktu COVID-19. Jualannya menurun drastis, tapi seenggaknya bisa tutup modal. Mudah-mudahan tahun ini laris manis," kata Ajay.



Simak Video "Serunya Perayaan HUT RI di Tabanan, Ada Sepeda Hias 'Tank Tempur'"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)