Apa Kabar Wacana Pemindahan Ibu Kota Jabar?

Sudirman Wamad - detikJabar
Selasa, 09 Agu 2022 14:04 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil.
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Sudirman Wamad/detikJabar).
Bandung -

Tiga tahun lalu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil pernah mewacanakan pemindahan pusat pemerintahan Jabar. Ada tiga wilayah yang mencuat saat itu. Bagaimana kah perkembangannya?

Wacana pemindahan ibu kota atau pusat pemerintahan Jabar itu mencuat pada 2019. Tiga wilayah yang diwacanakan adalah Tegalluar, Walini, atau Rebana Majalengka.

Ridwan Kamil mengaku wacana pemindahan ibu kota Jabar itu masih dalam kajian. Ia menyebutkan pemindahan ibu kota bergantung pada kepastian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB).


"Nanti menunggu kejelasan kereta cepat. Kan dulu narasi-narasi (wacana pemindahan ibu kota) ada di dalam rute, sekarang Walini belum pasti ada stasiun (atau tidak)," ucap Ridwan Kamil di Gedung Sate, Selasa (9/8/2022).

Dia mengatakan pihaknya mempertimbangkan infrastruktur kereta cepat untuk pemindahan ibu kota Jabar. "Jadi, itu mah nanti saja," kata Kang Emil.

Dikutip detikFinance, saat ini progres investasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 85%. Sementara itu, progres fisiknya telah mencapai 76%. Kereta cepat akan beroperasi di jalur ganda sepanjang 142,3 km yang akan berhenti di 4 stasiun yaitu Stasiun Halim (Jakarta), Karawang, Padalarang, dan Tegalluar (Bandung).

Joni menjelaskan, satu rangkaian kereta cepat terdiri dari 8 kereta dengan kapasitas sebanyak 601 pelanggan. Adapun kelas pelayanannya terbagi menjadi VIP Class sebanyak 18 pelanggan, First Class sebanyak 28 pelanggan, dan Second Class sebanyak 555 pelanggan.

Rancangan kereta cepat berjenis KCIC400AF terinspirasi dari satwa khas Indonesia yaitu komodo, dengan warna dominan merah dan putih. Harapannya, identitas Indonesia langsung muncul saat melihat desain kereta tersebut.

Pada bagian interiornya, seperti di kursi terdapat sentuhan motif mega mendung khas Cirebon karena sebagian besar lintasan kereta cepat melintasi wilayah Jawa Barat.

Sekadar diketahui, pada 2019 silam, Kang Emil mengaku wacana pemindahan ibu kota Jabar itu telah mendapatkan persetujuan dari DPRD. Hal itu disampaikan pada rapat paripurna terakhir DPRD periode 2019-2024.

"Sudah ada persetujuan (DPRD) wacana (pemindahan) pusat pemerintahan untuk dikaji dulu di beberapa lokasi. Ada di Tegalluar, Walini, atau Rebana," kata RK kepada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (29/8/2019).

(sud/mso)