Turis Tewas di Citumang Pangandaran, Keamanan Berwisata Jadi Sorotan

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 09 Agu 2022 13:21 WIB
Body Rafting di Sungai Citumang
Body Rafting CitumangDescription (Foto: Wisma Putra/detikTravel)
Pangandaran -

Wisatawan meninggal dunia usai melompat dari batu setinggi 7 meter di objek wisata Citumang, Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Seorang wisatawan yang meninggal itu, Mujamil (30) warga Dusun Pandansari, Desa Pandansari, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga yang bekerja sebagai karyawan swasta.

Dari informasi yang dihimpun detikJabar, Mujamil pingsan usai melompat dari batu, hingga akhirnya korban meninggal dunia sewaktu dalam penanganan oleh tim Medis di RS Pandega Pangandaran.


Kapolres Pangandaran AKBP Hidayat membenarkan terkait kecelakaan sungai yang mengakibatkan wisatawan meninggal dunia.

"Laporan diterima Polres Pangandaran pada Senin (8/8) pukul 12.00 siang, karena kejadian laka tersebut pada pukul 09.30 pagi," kata Hidayat kepada detikJabar.

Menurut keterangan saksi seorang pemandu objek wisata Citumang yang memandu korban, Oman Firmansyah mengatakan, pada Senin (8/8) sekitar pukul 09.30 pagi, 3 orang pemandu memandu wisatawan asal Bandung.

Kemudian korban yang masuk rombongan dipandu ke salahsatu goa tempat meloncat dengan ketinggian 7 meter.

Sebelumnya pemandu sudah mencontohkan cara meloncat yang benar dari atas batu tersebut. Akan tetapi sewaktu korban meloncat tidak sesuai dengan yang dicontohkan pemandu.

"Korban meloncat dengan cara salto yang mengakibatkan korban pingsan dan kemudian meminta pemandu lainnya untuk menolong dibawa ke pinggir sungai," katanya.

Kemudian 3 ketiga pemandu yang menolong korban diantaranya Firmansyah, Ajat dan Mansyur masih warga setempat dan seorang pemandu. Setelah itu korban langsung dievakuasi ke RS Pandega Pangandaran.

"Sesampainya di RS Pandega sewaktu ditangani oleh pihak Medis tidak ditemukan tanda tanda kekerasan dan korban dinyatakan meninggal dunia, dan pihak keluarga korban menerima bahwa kejadian yang menimpa korban merupakan musibah/takdir dan pihak keluarga menolak korban dilakukan autopsi," ucapnya.

Pengelola Obwis Mesti Siap

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari menanggapi langsung laka sungai di Citumang yang tewaskan wisatawan asal Purbalingga.

"Nah, ini jadi bahan evaluasi untuk kesiapan pengelola objek wisata Citumang menghadapi hal-hal sperti ini," kata Tonton kepada detikJabar saat dihubungi. Selasa (9/8/2022).

Menurutnya objek wisata Citumang di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran tidak dikelola pemerintah kabupaten Pangandaran.

"Citumang dikelola ADM Perum Perhutani dan pihak desa serta karang taruna, jadi meskipun pemkab tidak mengelola. Tetap pemkab Pangandaran bertanggungjawab atas kejadian itu," ucap Tonton.

Pihaknya akan mengkaji dan menjalin komunikasi terkait pengelolaan objek wisata Citumang.

"Tetap pihak Perhutani harus komunikasi, karena laka sungai ini terjadinya di Pangandaran. Setelah kejadian kemarin kami langsung komunikasi, dan akan membahas seperti apa kerjasamanya. Kalo sudah gini asuransi dan pengelolaannya belum jelas," kata Tonton.

Selain itu, perlu adanya pelatihan dan pengarahan bagi para pemandu harus ditingkatkan terutama keselamatan wisatawan.

"Citumang beberapa waktu lalu juga pernah ditutup karena ada kecelakaan," ucapnya.

Tonton berharap atas kejadian ini hubungan dengan Perhutani terkait pengelolaan objek wisata Citumang bisa dikerjasamakan dari beberapa sektor. "Sementara ini kami akan berembuk terlebih dahulu dan mengkaji kerjasama ini," kata Tonton.

(yum/yum)