Pom Migo! Cara Unik Warga Bandung Barat Jual Minyak Goreng

Whisnu Pradana - detikJabar
Jumat, 05 Agu 2022 12:50 WIB
Jual minyak goreng seperti SPBU
Jual minyak goreng seperti SPBU (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Mesin pompa alias dispenser yang biasanya dipakai untuk menjual bensin eceran oleh pengusaha pom mini, ternyata bisa juga dipakai untuk menjual minyak goreng.

Pemandangan itu dapat dijumpai di Jalan Kolonel Masturi, RT 04, RW 03, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sebuah dispenser berwarna putih dengan aksen kuning bertuliskan minyak goreng mejeng di pinggir jalan.

Pom migo alias pom minyak goreng milik seorang warga bernama Ivan Septianto itu hadir demi memudahkan masyarakat terutama emak-emak dan para pedagang yang beberapa bulan lalu sempat kesulitan mendapatkan stok minyak goreng.


"Baru diresmikan kemarin tanggal 3 Agustus. Jadi ini persis seperti pom mini yang jual bensin. Kalau di sini khusus menjual minyak goreng curah," ucap Imam Bagus Setiawan (26), pegawai Pom migo saat ditemui, Jumat (5/8/2022).

Harga per liter minyak goreng curah itu dipatok Rp 12.500. Jauh lebih murah ketimbang harga minyak goreng saat masih langka. Apalagi saat ini stoknya sudah kembali normal.

"Tapi mau beli berapapun, misalnya hanya Rp 5.000 atau cuma Rp 10.000 juga dilayani. Jadi tergantung kemampuan pembeli saja karena kan enggak sulit takarannya," kata Imam.

Daya tampung dispenser pom migo tersebut bisa sampai 200 liter minyak goreng curah. Stok minyak goreng curah yang dijual didapat dari daerah Bekasi namun tak disebutkan berapa harga perliternya.

"Maksimal 200 liter kapasitasnya. Kalau pengoperasiannya ya sama seperti pom mini, tinggal tekan mau beli berapa. Nanti tinggal diisi ke wadah yang dibawa pembeli. Karena ini jualannya minyak goreng, pastinya lebih aman," kata Imam

Beberapa hari dioperasikan, animo masyarakat memburu minyak goreng curah dari pom migo tersebut cukup tinggi. Pasalnya, dalam sehari 200 liter minya goreng yang diisi ke dispenser selalu ludes terjual.

"Animo masyarakat cukup baik sejauh ini karena memang kan harganya murah terus enggak jauh-jauh ke pasar. Sehari itu kurang lebih 200 liter minyak goreng pasti habis," kata Imam.

Lantaran keunikannya itu juga, banyak pengendara motor dan mobil yang terjebak. Mereka mengira dispenser yang mejeng di pinggir jalan itu menjual bensin jenis pertalite hingga pertamax.

"Iya banyak juga, jadi tiba-tiba berhenti terus bilang mau isi bensin 2 liter. Saya bilang ini bukan bensin tapi minyak goreng," tutur Imam.

Imam mengatakan inovasi penjualan minyak goreng menggunakan media dispenser pom mini baru ada di tempatnya bekerja tersebut. Sebab kebanyakan penjual minyak goreng melalui cara-cara konvensional. Karena keunikannya itu

"Ya mungkin di KBB ini baru yang pertama, karena kebanyakan jualannya ya normal pakai minyak gitu enggak ditakar seperti ini. Buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam," kata Imam.



Simak Video "Halo Pak Mendag! Ombudsman Ungkap HET Minyak Goreng Tak Tercapai"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)